MADIUN – Penilaian program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kota Madiun dimulai, Selasa (23/9). Tim Verifikasi KKS Pusat memvalidasi sejumlah objek tatanan pelaksanaan KKS. Termasuk meninjau transformasi TPA Winongo yang digadang-gadang jadi nilai tambah Kota Pendekar.
‘’Hari ini (23/9) kami mengunjungi tempat-tempat yang dijadikan objek tatanan dalam pelaksanaan KKS. Kami cek apakah sudah sesuai dengan dokumen yang sebelumnya disampaikan ke kami,’’ kata Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat Sofyan Afendi.
Sofyan menyebut penilaian dilakukan selama dua hari. Yakni, pada 23-24 September. Di hari pertama, ada delapan lokus atau objek tatanan yang ditinjau. Mulai TPA Winongo, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), SMPN 1 Madiun, Terminal Purboyo Madiun, Puskesmas Sukosari, Pondok Lansia, PT. Rekaindo, hingga Padepokan PSHWTM.
Bicara program inovasi, Sofyan menilai transformasi TPA Winongo hingga pengelolaan sampah berkelanjutan jadi nilai plus bagi Kota Madiun. Sebab, program tersebut satu-satunya di Indonesia.
‘’Melihat inovasi TPA ini belum ada di daerah lain. Mesti tidak masuk tatanan penilaian, inovasi ini akan jadi penilaian tersendiri,’’ ungkapnya. ‘’Hanya Kota Madiun yang bisa menutup TPA tanpa membangun TPA baru ,’’ imbuh Sofyan.
Sofyan menerangkan, pemilihan lokus menyesuaikan sembilan tatanan utama. Meliputi kehidupan masyarakat sehat dan mandiri; permukiman dan fasilitas umum; pendidikan; pasar; pariwisata; transportasi dan tertib lalu lintas; perkantoran dan industri; perlindungan sosial; hingga penjagaan dan penanganan bencana.
Dari sembilan tatanan tersebut, sambung dia, tiap tatanan punya banyak indikator pokok dan pendukung yang harus dipenuhi untuk mencapai penghargaan Swasti Saba. Baik itu tingkat Padapa, Wiwerda, maupun Wistara.
‘’Kami nilai secara objektif dan apa adanya. Kami berharap Kota Madiun bisa ke Jakarta (menerima penghargaan Swasti Saba, Red),’’ ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Dr. Maidi membenarkan adanya penilaian program KKS oleh Tim Verifikasi KKS Pusat. Pun tak menampik bahwa verifikator memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kota sehat. Dia berharap Kota Madiun berhasil membawa pulang penghargaan Swasti Saba dari Kementerian Kesehatan RI.
‘’Indikator persyaratan insya Allah sudah kami lengkapi semua,’’ ujarnya.
Dia menegaskan, pelaksanaan program KKS berjalan apa adanya. Apa yang dilihat tim verifikasi sesuai kondisi riil di Kota Madiun.
‘’Bagi saya, mewujudkan Kota Madiun sebagai kota sehat adalah kewajiban saya. Kondisi baik ini tidak hanya saat dinilai. Dinilai atau tidak dinilai itulah yang sudah seharusnya kami lakukan,’’ tutup Dr. Maidi.
(ws hendro/ggi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun