SURABAYA – Pembangunan luar biasa di Kota Madiun tak terlepas dari masukan masyarakat. Tak terkecuali masyarakat Kota Madiun yang saat ini tinggal di luar kota. Karenanya, Wali Kota Madiun, Maidi juga menghimpun saran dan masukan dari mereka untuk kemajuan kota ke depannya. Salah satunya, datang dari Paguyuban Madiun (Paguma) Surabaya. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu sengaja datang memenuhi undangan silaturahmi Paguma Surabaya sekaligus menjaring aspirasi mereka.

‘’Paguma ini kan dari Madiun, maka perubahan-perubahan kota kita sampaikan sekaligus kita minta masukan, kritik, dan saran. Kira-kira kurangnya apa dan baiknya bagaimana,’’ kata wali kota di sela silaturahmi di Agis Restoran Surabaya, Sabtu (25/6) malam.

Setidaknya ada ratusan masyarakat yang terhimpun dalam Paguma Surabaya tersebut. Beberapa di antaranya merupakan tokoh dan pejabat penting. Seperti mantan Gubernur Jawa Timur yang saat ini menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Pakde Karwo. Selain itu juga hadir mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus mantan Panglima TNI, Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga hadir dalam kegiatan tersebut. Masukan dan saran dari tokoh-tokoh tersebut tentu penting demi kebaikan dan kemajuan Kota Madiun ke depan.

‘’Ada banyak masukan. Kita sudah punya beberapa replika ikon dunia, tadi ada masukan, Monasnya belum katanya. Ini masukan yang baik, nanti akan kita tambahkan,’’ imbuh wali kota.

Pembangunan memang harus melibatkan masyarakat. Karenanya, tersaji Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Mulai tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga kota. Wali kota menambahkan, di Kota Madiun, juga mengemuka Musrenbang nasional dan internasional. Yakni, dengan menjaring aspirasi masyarakat Kota Madiun yang berada di luar daerah maupun luar negeri. Masukan-masukan itu juga penting agar Kota Madiun bisa mengikuti perkembangan daerah bahkan negara lain.

‘’Mereka ini kan tinggal di berbagai daerah dan negara lain. Tentu memahami betul, apa yang menarik di daerah tempat tinggal mereka. Masukan-masukan seperti itu yang kita harapkan. Kalau kita bisa mengikuti perkembangan daerah dan negara lain, tentu kota kita semakin menarik dan banyak wisatawan yang mau berkunjung,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)