MADIUN – Prestasi akademik harus baik. Tetapi akhlak peserta didik juga harus bagus. Karenanya, pendidikan akhlak kepada peserta didik penting dilakukan. Pendidikan akhlak ini salah satunya ada di pelajaran agama. Pelatihan kepada guru agama pun terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Harapannya, peningkatan kapasitas guru agama tersebut juga mendongkrak pendidikan akhlak para siswa.

‘’Peserta didik yang baik berawal dari guru yang baik. Kalau kita ingin anak-anak kita punya akhlak yang baik, SDM gurunya juga harus kita tingkatkan. Makanya, kita beri pelatihan-pelatihan,’’ kata wali kota usai membuka Pelatihan Guru Pendidikan Agama Islam di Sun Hotel, Senin (27/6).

Wali kota menyebut seorang pendidik harus bisa mentransfer ilmunya kepada peserta didik. Hal itu tentu tidak mudah. Apalagi, ilmu tentang akhlak dan karakter. Peserta didik tidak bisa sekedar diberikan materi. Namun, juga contoh langsung. Karenanya, wali berharap guru bisa memberikan contoh akhlak yang baik untuk murid-muridnya.

‘’Jadi memang beda dengan pelajaran lain. Harus lebih sabar, harus lebih ekstra dalam mengajar. Karena ini urusannya dengan akhlak, dengan karakter anak. Jadi prestasi akademik baik, akhlak anak-anak kita juga harus baik,’’ imbuhnya.

Guru, lanjutnya, juga harus bisa memahami potensi anak. Wali kota mencontohkan gelaran Festival Dai Cilik rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Madiun yang berlangsung beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penjaringan dan pembinaan, kualitas dai cilik Kota Madiun tidak kalah hebat. Bahkan, wali kota menyebut sudah layak jual.

‘’Kemarin hampir saja mendatangkan dai dari luar. Dari pada uangnya untuk dai luar itu, mending untuk penjaringan, pembinaan, dan pelatihan pelajar untuk jadi dai. Ternyata, juga bagus-bagus. Nah, guru harus bisa menangkap potensi-potensi masing-masing peserta didik tersebut untuk dikembangkan,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)