MADIUN – Pencegahan kekerasan terhadap anak terus dimaksimalkan Pemerintah Kota Madiun. Pembinaan kepada masyarakat khususnya kaum perempuan kembali dilakukan. Hal itu sesuai dengan tema kegiatan yakni, Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Usaha Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak. Pemerintah Kota Madiun sengaja melibatkan RT, RW, organisasi wanita, dasa wisma, hingga kader posyandu untuk mengoptimalkan program tersebut.

‘’Perempuan khususnya yang sudah menjadi ibu memiliki ikatan emosional yang besar dengan anak-anak. Karenanya, penting melibatkan ibu-ibu dalam urusan pencegahan kekerasan pada anak-anak ini,’’ kata wali kota saat memberikan pembinaan di Kelurahan Kejuron, Kamis (16/6).

Perempuan, lanjut wali kota, memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada anak-anak. Karenanya, wali kota berharap peran perempuan bisa semakin dioptimalkan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tersebut. Paling tidak, para kaum hawa tersebut memiliki cara tersendiri dalam meredam hingga mencegah kekerasan pada anak. Wali kota menambahkan anak-anak merupakan aset besar. Calon pengganti di masa depan. Karenanya, perlakuan di masa anak-anak penting untuk membentuk karakter saat mereka dewasa kelak.

‘’Kalau anak-anak sering dimarahi, dikerasi, dikasari, bahkan sampai dipukul, akan membentuk karakter anak yang semakin memberontak saat dewasa. Tentu bukan ini yang kita harapkan,’’ jelasnya.

Karenanya, kata wali kota, anak-anak jangan dimarahi. Saat anak-anak salah itu wajar lanaran memang banyak yang belum anak-anak mengerti. Nah, tugas orang tua untuk memberikan pemahaman. Cara memberikan pemahaman ini biasanya lebih luwes diberikan kaum perempuan khususnya ibu-ibu. Wali kota berharap kaum perempuan di Kota Madiun berperan aktif dalam hal pendidikan kepada anak-anak untuk menekan kasus kekerasan tersebut.

‘’Kasus kekerasan anak harus semakin kita tekan. Kota kita kota layak anak. Sudah seharusnya kekerasan kepada anak semakin kita tekan,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)