MADIUN – Kota Madiun kota layak anak. Tak heran, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengoptimalkan predikat kota layak anak itu. Salah satunya, dengan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Madiun, Maidi turun langsung memberikan materi terkait hal tersebut.

‘’Anak-anak itu jangan dimarahi. Kalau dia salah, ya karena dia belum tahu mana yang benar. Itu tugas orang tua untuk memberi pemahaman. Jangan malah dimarahi apalagi sampai ada kekerasan fisik,’’ kata Wali Kota Maidi saat Pertemuan dengan RT, RW, PKK, Dasa Wisma dan Kader Posyandu Kelurahan Kuncen, Kamis (9/6).

Pertemuan tersebut sengaja mengusung tema Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Usaha Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak. Sebab, perempuan terutama ibu memiliki rasa kasih sayang yang besar dengan anak-anak. Karenanya, wali kota berharap peran perempuan bisa dioptimalkan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tersebut.

‘’Anak itu kalau sering dimarahi, bisa menjadi pemarah besaranya. Dia juga sulit belajar. Karena belajar dengan rasa ketakutan. Anak-anak selalu dalam kegelisahan,’’ jelasnya.

Wali kota cukup paham hal-hal menangani anak. Maklum, Wali Kota Madiun yang satu ini memang berangkat dari tenaga pendidik. Wali Kota Maidi pernah menjadi guru di SMAN 1 Kota Madiun. Wali kota menambahkan anak-anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Karenanya, orang tua diharapkan tidak menaruh harapan seperti orang dewasa.

‘’Anak usai tujuh tahun, tidak bisa berfikir seperti orang berusia 30 tahun. Kalau kemudian diberikan tugas, jangan mengharap hasilnya seperti orang dewasa. Orang tua harus menyadari itu,’’ harapnya.

Dalam pertemuan itu wali kota juga mensosialisasikan hasil pembangunan dan rencana ke depan. Tak terkecuali tempat-tempat yang mendukung ramah anak. Kota Madiun memiliki banyak tempat yang mendungkung program ramah anak tersebut. Tak hanya itu, Pemkot Madiun juga peduli lansia dan juga disabilitas.

‘’Anak-anak harus dididik yang baik. Orang tua jangan maunya sendiri. Harus memahami apa dan seberapa kemampuan anak,’’ pungkasnya. (wanda/agi/diskominfo)