MADIUN – Gelaran Salat Isya berjamaah bersama Wali Kota Madiun berlanjut di Masjid Baitul Hakim Kelurahan Kelun., Selasa (8/6). Tidak hanya sarana ibadah untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan, salat Isya berjamah juga ajang silaturahmi, serap aspirasi, dan juga sosialisasi. Selain itu, Wali Kota Maidi juga menyalurkan berbagai bantuan kepada jamaah dan masyarakat.

Wali kota menyampaikan Kota Madiun sedang banyak berbenah saat ini. Pembangunan berlangsung di sejumlah titik. Tidak hanya tengah kota, tetapi juga sampai di wilayah tepi. Seperti pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Kelun yang pembangunanya mulai berjalan. RTH ini bersebelahan dengan Lapak UMKM Joglo Palereman. Wali kota berharap pembangunan RTH melengkapi fasilitas lapak yang sudah ada.

‘’Kota ini terus kita benahi, semua titik sampai daerah pinggiran. Masyarakat harus ikut berperan, kalau ada usulan, masukan, silahkan disampaikan,’’ kata wali kota.

Kota Madiun, lanjut wali kota, bakal ramai ke depan. Terbukti banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Pendekar, libur lebaran lalu. Salah satunya, lantaran penasaran ingin melihat langsung perubahan-perubahan di Kota Madiun. Pengunjung yang datang ini merupakan potensi untuk kelurahan-kelurahan. Setiap kelurahan sudah punya Lapak UMKM. Itu harus dioptimalkan agar mereka yang datang ini juga tertarik ke kelurahan. Masyarakat harus turut berpartisipasi menjaga, merawat, dan mempromosikan keunggulan kelurahan masing-masing agar wisatawan datang.

‘’Ini memang butuh peran kita bersama. Pemerintah sudah membangun, tetapi tanpa peran serta masyarakat tentu apa yang sudah kita bangun ini tidak akan maksimal,’’ jelasnya.

Wali kota menambahkan nuansa religi akan terus dioptimalkan. Seperti wisata manasik haji dan umrah di kawasan Sumber Wangi. Wisata manasik itu diyakini bakal banyak menyedot wisatawan. Pembangunan memang belum selesai saat ini. Namun, wali kota menargetkan pembangunan selesai tahun ini.

‘’Nanti juga akan dai-dai kecil hasil penjaringan siswa-siswi sekolah untuk ditampilkan bergantian di areal Musala Ka’bah. Kota Madiun ini ramai tetapi tidak meninggalkan segi religiusnya. Sebaliknya, kita perkuat,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)