MADIUN – Mencegah lebih baik daripada mengobati, hal itulah yang menjadi dasar pelaksanaan optimasi peran perempuan dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Seperti yang terlihat pada Selasa (7/6) di aula Kelurahan Banjarejo.

Perwakilan perempuan yang ada di tingkat, RW, PKK, organisasi wanita, dasa wisma, dan kader posyandu balita dan lansia, perwakilan kader lingkungan, karang taruna, hingga PSM di kelurahan tersebut berkumpul untuk membahas isu penting itu.

“Perempuan sebagai tiang rumah tangga. Kesuksesan tak lepas dari peran besar perempuan. Generasi kedepan harus lebih baik dari yang akan datang. Kalau dari rumah anak baik ketemu dengan generasi baik di luar maka semua akan baik. Maka dari itu kita adakan ini,” jelas Wali Kota Maidi seusai menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Madiun itu mengatakan, orang tua, khususnya perempuan menjadi garda terdepan dalam lahirnya generasi penerus, maka pemerintah harus hadir sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Kekerasan anak tidak boleh terjadi. Semua kasih sayang yang kita berikan akan kembali ke kita lagi. Kasih sayang yang kita berikan ke anak akan membuat anak baik,” tegasnya.

Wali kota berharap, melalui giat tersebut para perempuan mampu memiliki pengetahuan terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak-anak.
(Dhevit/kus/diskominfo)