MADIUN – Juni menjadi bulan yang spesial bagi Kota Madiun. Pasalnya di bulan tersebut kota ini mengalami pertambahan usia, tepatnya pada 20 Juni mendatang akan memasuki usia 104 tahun. Berbagai capaian prestasi hingga massivenya pembangunan fisik di Kota Pendekar memikat banyak orang.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya wisawatan yang datang saat libur lebaran lalu. Salah satunya karena perubahan fisik di Kota Madiun. Banyak yang penasaran dan ingin membuktikan langsung. Salah satunya dengan mengunjungi Pahlawan Street Center atau berkunjung di Festival Pecel Pincuk di Pahlawan Bisnis Center tentu bisa melihat bagaimana ramainya pengunjung.

“Sebelum 2017 lalu, kota kita masih sering banjir. Kalau itu tidak kita atasi, siapa yang mau datang. Kita lakukan pembangunan untuk menangani banjir ini. Saluran kita lebarkan agar lebih banyak menampung air sebelum kita pompa untuk dibuang,” jelas Wali Kota Maidi, Jumat (3/6).

Tak hanya itu, lebih lanjut orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengatakan dirinya tak mau jika pembangunan hanya memberikan satu manfaat. Satu pembangunan di Kota Madiun setidaknya harus memiliki lima sampai tujuh manfaat. Maka dari itu, saluran dilebarkan juga untuk ducting kabel, di atasnya untuk jalan orang, juga ditambah kursi.

“Kita punya dua musim, hujan dan kemarau, kita tambah payung. Biar indah kita tambah tanaman bunga warna-warni. Bunga ini juga untuk makanan lebah. Kita punya produksi madu. Fungsi ekonomi lagi kembalinya,”ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama wali kota juga mengatakan bahwa saat ini Covid-19 sudah mereda, pemerintah pusat juga sudah memberikan kelonggaran-kelonggaran. Tak heran hal itu disambut dengan gembira namun terstruktur. Maka dari itu, dalam HUT kali ini akan ada berbagai acara peringatan yang digelar gelar tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Acara-acara banyak kita gelar di luar ruang, pakai masker dan lainnya. Prinsipnya kita rayakan sebagai wujud syukur tetapi tetap kita kontrol. Jangan sampai kita kebablasan tetapi kemudian meninggalkan masalah covid-19 lagi,” pungkasnya.
(WS Hendro/kus/diskominfo)