MADIUN – Lebaran belum sempurna tanpa bermaafan. Hal itu juga terlihat di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Kegiatan Halal Bihalal mengemuka mengawali hari pertama kerja usai libur lebaran 2022, Senin (9/5). Wali Kota Madiun, Maidi menyebut dalam perjalanan memimpin Kota Madiun tentu muncul berbagai gesekan. Baik gesekan sikap, perkataan, maupun perbuatan. Hal tersebut merupakan wajar adanya. Karena manusia tempat salah dan lupa.

‘’Gesekan-gesekan tentu ada. Tetapi gesekan ini demi kemajuan kita bersama. Karena itu, saya secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kota Madiun memohon maaf atas setiap kesalahan yang mungkin dilakukan,’’ kata wali kota saat Halal Bihalal di eksekutif-legislatif di Ngrowo Bening.

Dalam kesempatan itu, wali kota juga mengapresiasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Madiun yang telah memberikan kinerja maksimal. Khususnya, dalam menyambut libur lebaran kali ini. Seperti diketahui, Kota Madiun menjadi salah satu jujukan wisatawan. Hal itu tak terlepas dari OPD-OPD terkait yang sudah mempersiapkan segela sesuatunya sejak awal.

‘’Jadi teman-teman itu tanggap ya. Seperti contoh LH. Akan ada pemudik, kira-kira lokasi mana yang banyak dikunjungi dan apa yang harus dipersiapkan sudah langsung jalan. Setelah itu, ada evaluasi dan langsung ditindaklanjuti,’’ jelasnya.

Wali kota mengakui ada beberapa kekurangan. Seperti di Alun-alun, taman-taman, dan lainnya. Pun, langsung segera ditindaklanjuti untuk penyempurnaan. Wali kota juga mencontohkan Dinas Perhubungan yang juga telah maksimal untuk mengurai titi-titik kemacetan dengan memberikan jalur alternatifnya. OPD-OPD terkait langsung turun bahkan di tengah malam sekalipun.

‘’Libur lebaran masih masuk, hari ini juga tidak ada yang nambah cuti. Kalau pun ada satu dua tetapi mereka tetap memantau dari sosmed dan lainnya. Misalnya, ada keluhan apa. ASN kita memang selalu kita optimalkan,’’ terangnya.

Ke depan, wali kota mengaku akan ada banyak kejutan lain. Pemudik yang masuk Kota Madiun memang cukup terpukau dengan perubahan kota. Wali kota menyebut perubahan ke depan, tidak hanya skala lokal. Tetapi sudah internasional. Salah satunya, tempat manasik, PeceLand, dan lain sebagainya.

‘’Ke depan masih ada kejutan-kejutan lagi. Bahkan, skalanya internasional. Saat ini, sudah kita mulai pembangunannya,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)