MADIUN – Kota Madiun tampaknya kaya akan seniman batik berbakat. Hal itu setidaknya terlihat dari sejumlah karya peserta lomba desain motif batik untuk pelajar SMP dan Guru SD/SMP Dinas Pendidikan Kota Madiun. Desain motif batik karya peserta tak kalah dengan karya pembatik professional. Tak heran, kegiatan mendapat apresiasi orang nomor satu di Kota Pendekar.

‘’Bakat-bakat ini luar biasa ya. Harus dibina terutama yang masih pelajar. Skill mereka harus terus diasah,’’ kata wali kota usai Grand Final Lomba Desain Batik di Gedung Adiwiyata Dinas Pendidikan Kota Madiun, Jumat (22/4).

Setidaknya ada ratusan karya desain batik menarik. Wali Kota Maidi turut menjadi dewan juri selain petugas dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Lomba tersebut diikuti 56 peserta pelajar SMP dan 76 Guru tingkat SD dan SMP. Wali kota berharap karya-karya para pemenang diberikan kepada pembatik Kota Madiun untuk disempurnakan. Hasil penyempurnaan para pembatik tersebut lantas dilombakan untuk kemudian menjadi seragam wajib ke depan.

‘’Jadi karya-karya pemenang ini nanti kita berikan kepada pembatik-pembatik kita untuk diwujudkan dalam kain. Tetapi tentu dengan penyempurnaan dulu,’’ ungkap wali kota sembari menyebut tema berkaitan dengan Madiun Kota Sejuta Bunga dan Madiun Kota Pendekar.

Tak hanya itu, wali kota berencana mendirikan griya batik ke depan. Griya tersebut sebagai tempat memamerkan karya-karya batik dan desain para seniman dan pembatik. Selain itu, juga sekaligus tempat edukasi. Wali kota berharap karya-karya hebat para pembatik tersebut tidak tersentral sehingga mudah untuk ditemukan.

‘’Semua seragam batik harus dari pembatik lokal. Penjahitnya juga. Makanya, dari lomba ini kita sempurnakan lagi untuk kemudian menjadi batik seragam pelajar dan pegawai,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)