MADIUN – Pemerintah Kota Madiun bersama DPRD Kota Madiun menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Santunan Kematian Bagi Masyarakat Kota Madiun. Juga, Perwal Nomor 88 Tahun 2020 dan Perwal Nomor 25 Tahun 2021tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Santunan Kematian.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor Kecamatan Taman, Rabu (20/4) dan dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi bersama Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra.

Dalam sambutannya, wali kota berharap dengan adanya santunan ini diharapkan tidak ada masyarakat Kota Madiun yang mengalami kesulitan. Terutama, dalam hal pemulasaran jenazah. ‘’Saya juga minta OPD agar proses pengajuannya mudah. Warga yang ditinggal meninggal dunia sudah kesusahan, jangan ditambah susah,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya menjelaskan bahwa perda ini merupakan wujud kepedulian Pemkot Madiun terhadap warganya. Uang santunan sebesar Rp 1 juta diharapkan dapat menutupi biaya pemulasaran jenazah. Seperti, membeli kain kafan, membayar jasa gali kubur, dan biaya modin.

Dana ini akan diserahkan kepada ahli waris sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. ‘’Khususnya, untuk warga meninggal dunia yang tidak mempunyai Jaminan Kematian (JKK) dan bayi lahir mati,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)