MADIUN – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Jawa Timur menggelar Peringatan Nuzulul Quran 1443 Hijriyah, Senin (18/4). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan dihadiri oleh kepala daerah dari seluruh wilayah Jatim secara daring. Termasuk, Wali Kota Madiun Maidi yang mengikuti kegiatan tersebut melalui pendopo rumah dinas wali kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, momentum peringatan Nuzulul Quran mengajak umat manusia untuk mengaktualisasikan literasi iqra’ (baca) dalam segala aspek kehidupan.

“Kita memperingati malam Nuzulul Quran untuk mengingat kembali tentang literasi iqra’ yang sangat dekat dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu, pada malam hari ini kami ingin menyampaikan, literasi di dunia digital harus dibangun dengan pencerdasan dan kearifan yang luar biasa,” terang Gubernur Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim juga melaksanakan pengundian hadiah umroh bagi wajib pajak yang patuh. Total, ada 16 orang pemenang yang akan menerima hadiah ini.

Menurut Gubernur Khofifah, berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri, Jatim merupakan provinsi di Indonesia dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi secara presentatif.

“Pendapatan Asli Daerah seluruh provinsi di Indonesia tertinggi secara presentatif adalah Provinsi Jawa Timur, Alhamdulillah banyak sekali provinsi yang lain yang kemudian studi banding ke Jawa Timur, apa yang dilakukan oleh Jawa Timur, karena kita banyak memberikan diskon, masih ada undian, ternyata secara presentatif kita tertinggi, tentu ini kita harapkan keberseiringan pada proses peningkatan kesejahteraan masyarakat, bahwa semakin tinggi pendapatan tentunya harus semakin banyak diteruskan untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Usai sambutan Gubernur Khofifah, acara dilanjutkan dengan Tausiyah Hikmah Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Dai Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta. (Dhevit/irs/diskominfo)