MADIUN – Peringatan Nuzulul Quran Pemerintah Kota Madiun berjalan khidmat, Minggu (18/4). Bertempat di Pondok Abi Bahrun Madinatul Jannah Kelurahan Nambangan Lor, peringatan kali ini menghadirkan ulama Kiai Haji Doeri Asyhari dari Semarang. Biarpun begitu, kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Pun, peringatan tersebut juga disiarkan secara live melalui akun media sosial Pemerintah Kota Madiun agar masyarakat tetap bisa mengikuti tanpa harus menimbulkan kerumunan.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut kegiatan yang melibatkan masyarakat memang sudah mulai diperbolehkan saat ini. Bahkan, pemerintah pusat juga memperbolehkan mudik lebaran nanti. Hal itu lantaran Covid-19 sudah cukup melandai belakangan ini. Namun, wali kota menegaskan untuk tidak lengah. Artinya, protokol kesehatan tetap harus dijalankan dalam setiap kegiatan.

‘’Keimanan dan ketaqwaan harus terus kita tingkatkan. Tahun lalu, kita tidak bisa melakukan kegiatan seperti ini. Saya harap kegiatan-kegiatan yang dilakukan tetap mengedepankan protokol kesehatan,’’ kata wali kota.

Wali kota berharap masyarakat mengoptimalkan dengan baik kesempatan yang diberikan. Namun, jangan sampai kebablasan. Sebab, Covid-19 masih ada. Pun, penularan masih terjadi biarpun jumlahnya tak banyak. Wali kota menambahkan jangan sampai kegiatan malah menjadi sarana penularan kasus lagi.

‘’Kegiatan-kegiatan seperti Salat Tarawih, Salat Ied, silaturahmi lebaran, silahkan dilakukan tetapi tetap dengan prokes,’’ tegasnya.

Wali kota menambahkan kegiatan fisik juga harus diimbangi dengan kegiatan kemanusiaan. Karenanya, kegiatan-kegiatan kemanusian mulai banyak dilakukan. Kegiatan kemanusiaan nyaris fakum dua tahun terakhir. Namun, kegiatan tetap harus memperhatikan aturan protokol kesehatan.

‘’Kegiatan fisik jalan, kegiatan kemanusian juga kembali mulai kita lakukan biar berimbang,’’ ungkapnya.

Disamping tausiyah dalam peringatan juga mengemuka penyerahan bantuan-bantuan. Di antaranya, bantuan sambungan saluran PDAM, bantuan jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk modin, penarik gerobak sampah, penjaga tempat ibadah, penggali makam, dan guru TPA serta santunan kepada anak yatim. Selain itu, juga diserahkan hadiah lomba kebersihan makam dan pemberian dan juga bantuan pembangunan tempat ibadah. (ws hendro/agi/diskominfo)