BALI – Langkah strategis dijalankan oleh Kementerian Perindustrian untuk mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Salah satunya, melalui penyelenggaraan Business Matching di Nusa Dua, Bali. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah di Indonesia. Termasuk, Wali Kota Madiun Maidi.

‘’Terima kasih kepada Kemenperin yang sudah menyelenggarakan acara ini. Di sini banyak kepala daerah yang hadir, sehingga bisa menjadi acuan penentu kebijakan ke depan dan manfaatnya banyak sekali,’’ tutur wali kota saat ditemui dalam kegiatan tersebut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian wali kota adalah terkait pengemasan produk supaya lebih tahan lama. Orang nomor satu di Kota Pendekar itupun berharap materi tersebut dapat segera diterapkan di Kota Madiun. Terutama, untuk mendukung pelaku UMKM agar kemasan produknya bisa lebih baik dan tahan lama.

Tak hanya itu, pembuatan pupuk kompos dengan teknologi modern juga menyita perhatian wali kota. Ke depannya, mantan Sekda Kota Madiun itu berharap dapat berkolaborasi dengan daerah lainnya untuk pengembangan produk ini.

‘’Mana yang bahannya ada di Kota Madiun, itu yang menjadi perhatian saya. Kita adopsi. Harapannya bisa kerja sama. Kota Madiun bahannya, daerah lain teknologinya, lalu kita sinkronisasikan. Sehingga, menjadi produk yang berkualitas,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Business Matching diharapkan dapat meningkatkan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri oleh instansi pemerintah. Sehingga, pelaku industri dalam negeri atau UMKM, IKM, dan Artisan akan mendapatkan jaminan pasar. Serta, dapat mempersiapkan produksinya untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar pemerintah.

“Oleh karena itu, kita wujudkan IKM yang terus bertumbuh demi Indonesia yang lebih tangguh dan mampu menjadi juara lokal yang sanggup berbicara banyak di panggung perekonomian global,” tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)