MADIUN – Sosialisasi penerapan protokol kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Berbagai kesempatan bertemu masyarakat dimanfaatkan Wali Kota Madiun, Maidi untuk mensosialisasikan prokes Covid-19 tersebut. Seperti yang terlihat pada saat Salat Isya’ berjamaah di Masjid Al Hasan Kelurahan Klegen, Senin (28/2). Wali kota mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kasus Covid-19 memang sempat menurun tetapi kembali meningkat belakangan ini.

‘’Karenanya, masker jangan sampai lepas. Prokes harus. Jangan karena kemarin-kemarin sudah tidak ada kasus kemudian seenaknya,’’ kata wali kota.

Kota Madiun memang sempat tercatat zero kasus aktif pada Desember lalu. Kasus kembali muncul mulai Januari 2022. Tambahan terbanyak pada Februari. Bahkan, saat ini Kota Madiun berstatus level 4 PPKM. Kasus aktif ada sebanyak 701 orang hingga, Senin (28/2). Merebaknya kembali kasus Covid-19 dengan cepat diduga karena adanya kasus varian omicron. Penularan varian omicron memang lebih cepat. Namun, dampaknya tidak sefatal varian delta. Karenanya, kasus kematian juga rendah biarpun kasus aktif tinggi.

‘’Apapun variannya, prokes itu penting. Prokes ini untuk perlindungan luar. Dalamnya, melalui vaksin. Kita perlu perlindungan luar-dalam agar maksimal,’’ ungkapnya.

Vaksinasi juga terus dioptimalkan. Wali kota sengaja menghadirkan vaksinator di lokasi kegiatan. Jamaah dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan layanan vaksinasi di tempat. Mulai vaksin dosis 1, 2, maupun booster atau dosis 3. Vaksinasi penting untuk menekan resiko ketika terpapar.

‘’Kalau sudah pakai masker, tetapi masih terpapar, tubuh sudah ada perlindungan dari dalam. Jadi tidak fatal dampaknya,’’ jelasnya.

Dalam kegiatan juga diserahkan bantuan kepada petugas penarik gerobak sampah, modin, sampai guru TPA. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Madiun juga memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada modin secara gratis. (ws hendro/agi/diskominfo)