MADIUN – Wali Kota Madiun, Maidi tampaknya serius mengoptimalkan program Lapak UMKM di kelurahan. Tidak hanya pengalokasian anggaran penyempurnaan lapak, wali kota juga turun langsung dalam pembahasan rencana pembangunan lanjutan lapak tersebut. Seperti yang terlihat di aula Kecamatan Manguharjo, Rabu (2/2) malam. Wali kota memimpin jalannya pembahasan pembangunan penyempurnaan lapak untuk sembilan kelurahan di kecamatan tersebut.

‘’Saya ingin lapak ini maksimal ya. Tahun ini kita tambah lagi anggaran untuk pembangunan penyempurnaan lapak. Tahun ini harus selesai,’’ kata wali kota.

Total Pemkot Madiun mengalokasikan Rp 4,7 miliar untuk penyempurnaan itu tahun ini. Besaran tiap-tiap kelurahan berbeda sesuai usulan masing-masing. Hal itu, menyesuaikan dengan penyempurnaan yang diinginkan. Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Taman memiliki anggaran yang nyaris sama besar. Yakni, Rp 2 miliar untuk kartoharjo dan Rp 2,2 miliar untuk Taman. Sedang, Kecamatan Manguharjo mengusulkan paling sedikit dengan anggaran sekitar Rp 485 juta. Penyempurnaan lapak UMKM kelurahan di wilayah Kecamatan Manguharjo memang sudah dioptimalkan pada APBD Perubahan 2021 lalu.

‘’Anggaran sudah ada, rencana penyempurnaan juga sudah siap. Segera saja untuk dilaksanakan. Semakin cepat semakin segera selesai, masyarakat segera bisa menikmati,’’ jelasnya.

Setiap lurah diminta memaparkan rencana pembangunan satu persatu. Berbagai rencana penyempurnaan pun mengemuka. Mulai penambahan air mancur, penambahan payung dan tempat duduk, penambahan lampu, penambahan mainan, dan lain sebagainya. Wali kota sengaja mengecek satu-persatu agar pembangunan maksimal. Wali kota tidak ingin penyempurnaan sekedarnya dan malah muspro ke depannya.

‘’Program lapak kita ini sudah dikenal luas sampai daerah lain. Banyak yang ingin meniru. Artinya, banyak yang ingin datang melihat. Lapak harus bagus. Jangan sampai mereka kecewa setelah datang melihat langsung,’’ tegasnya.

Pengalokasian anggaran lapak ini sudah dimulai sejak 2020 lalu. Besaran anggaran lapak memang berbeda tiap tahunnya. Terbesar pada 2021 kemarin dengan besaran total mencapai Rp 10 miliar lebih. Sedang, untuk 2020 atau awal berjalannya program lapak UMKM ini menghabiskan anggaran Rp 7 miliar lebih. Saat ini, sudah ada 27 lapak UMKM yang tersebar di tiap kelurahan. Masing-masing memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing. Baik dari segi konsep dan desain bangunannya hingga keunikan dari produk yang ditawarkan.

‘’Prinsipnya, lapak ini harus maksimal. Anggaran kita cukupi terus. Pegadang juga harus maksimal dalam memberikan pelayanan,’’ pesannya. (nanda/agi/madiuntoday)