MADIUN – Covid-19 Varian Omicron telah dikonfirmasi masuk Indonesia. Bahkan, jumlah pasien terkonfirmasi telah mencapai hampir 500 orang. Untuk itu, pemerintah menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan daerah di seluruh Indonesia.

Rapat koordinasi berlangsung secara virtual, Selasa (11/1) mulai pukul 18.30. Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto pun hadir mewakili Wali Kota Madiun Maidi di Balai Kota Madiun. Rapat Koordinasi di tingkat pusat dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam paparannya, Menko Marves Luhut mengimbau agar rumah sakit melakukan pemisahan lokasi perawatan terhadap pasien yang terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron dan Delta. Sehingga, masing-masing dapat terpantau jumlahnya.

Sementara itu, Menkes Budi menjelaskan bahwa vaksin booster dapat dilakukan bagi masyarakat umum yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 minimal enam bulan terakhir sejak D2 disuntikkan.

Sedangkan, Menhub Budi menuturkan bahwa pada libur Nataru beberapa waktu lalu tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi dibandingkan negara lain. Meski begitu, varian Omicron tetap menjadi perhatian pemerintah.

‘’Dalam hal pengetatan mobilitias utamanya keluar dan ke dalam negeri kita batasi. Kita buka hanya satu bandara yang melayani penerbangan internasional,’’ jelasnya.

Dalam rakor tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga turut menyampaikan laporan. Menurutnya, saat ini pemprov telah mewanti-wanti warga Jatim untuk membatasi mobilitas. Serta, melakukan pemetaan terhadap daerah rawan penyebaran Covid-19.

‘’Vaksinasi umum kita sudah sampai 81,42 persen, lansia 65,07 persen, dan tracing kita 19,9 persen. Saya juga mengimbau kepala daerah untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)