MADIUN – Pemerintah Kota Madiun semakin serius terhadap rencana penggabungan tiga sekolah di kawasan Jalan Kartini dan Jalan Sumatra. Yakni, SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 13 Madiun.

Kamis (18/11), Wali Kota Madiun bersama OPD terkait dan tim peneliti dari Unesa Surabaya menggelar seminar pendahuluan hasil pra kajian penggabungan tiga SMP negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat lantai 4 Gedung Bersama, Jalan DI Panjaitan.

Dalam kegiatan tersebut, wali kota menuturkan bahwa penggabungan tiga sekolah itu dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan. Selain itu juga efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar.

“SMP 1 terkenal punya mutu yang bagus. Tentunya masyarakat mengharapkan semua sekolah demikian. Maka dengan penggabungan ini SMP 3 dan SMP 13 akan punya mutu yang sama bagusnya,” tutur wali kota.

Ke depannya, lanjut wali kota, tidak hanya 3 SMP ini yang akan digabung. Tapi juga SD dan SMP lainnya yang jumlah muridnya sedikit. Dengan begitu, semua sekolah di Kota Madiun akan memiliki kualitas yang setara.

Lebih lanjut, wali kota mengatakan, penggabungan sekolah tidak akan berdampak terhadap jumlah tenaga pendidik. Artinya, tidak akan ada pengurangan jumlah guru.

“Justru guru akan semakin mudah pekerjaannya. Karena mengajar siswa sesuai dengan jumlah seharusnya dalam satu rombel,” tandasnya. (Nanda/irs/diskominfo)