MADIUN – Jumlah Orang Dengan Resiko (ODR) di Kota Madiun semakin bertambah. Hingga, Jumat (17/4), jumlah ODR sudah mencapai 680 orang. Hal itu lantaran banyaknya masyarakat Kota Madiun di luar kota yang pulang.

‘’Setiap pagi, saya keliling untuk mengecek posko Covid-19 di kelurahan-kelurahan. Semua yang datang harus tercatat jelas,’’ kata Walikota Madiun Maidi.

Petugas tidak sekedar mendata. Namun, rumah yang bersangkutan akan diberi tanda bertuliskan isolasi mandiri 14 hari. Hal itu dilakukan agar masyarakat turut mengawasi dan menjaga. Masyarakat turut mengingatkan jika yang bersangkutan terlihat keluar rumah. Namun, bukan berarti dijauhi dan dikucilkan.

‘’Semua orang sudah paham dan mengerti upaya pencegahan penyebaran. Paling tidak pakai masker dan jaga jarak. Kalau sekedar mengingatkan dari jarak dua meter ndak apa-apa,’’ imbuhnya.

Isolasi mandiri penting untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sampai saat ini, Kota Madiun masih zero Korona. Namun, jumlah ODR terus bertambah kendati di antaranya sudah selesai pantau dan tidak sakit. Setidaknya, terdapat 303 orang yang sudah lewat pantau dan tidak sakit di Kota Madiun. Kendati begitu kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

‘’Tata cara isolasi mandiri juga sudah disosialisasikan. Ini penting agar kota kita tetap steril,’’ tegasnya.

Pemerintah Kota Madiun memang menyiapkan tempat isolasi. Salah satunya, di asrama haji. Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih. Namun, jika lingkungan menolak, yang bersangkutan wajib mengisolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah.

‘’Ini untuk kebaikan bersama. Kalau ada yang tidak patuh, tolong diingatkan. Tapi tidak perlu dikucilkan,’’ pesannya. (ws hendro/agi/madiuntoday)