MADIUN – Giat Salat Subuh Berjamaah Walikota Madiun terbukti jadi ajang serap aspirasi yang efektif. Berbagai masukan warga langsung tersolusikan saat itu juga. Tak heran, giat selalu ramai diikuti masyarakat setempat. Seperti giat di Masjid Darul Muttaqin Kelurahan Kelun, Jumat (13/3). Warga yang hadir silih berganti memberikan masukan akan pembangunan di Kota Madiun. Mulai permasalahan tanggul yang ambles, penebangan pohon, hingga masalah banjir. 
 
Walikota Madiun Maidi langsung menginstruksikan petugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti. Seperti masalah pohon yang dikeluhkan warga. Walikota menginstruksikan petugas Dinas Perkim untuk menanganginya hari itu juga. Sedang masalah tanggul, walikota juga meminta petugas dari Dinas PU untuk segera meninjau dan mencarikan solusinya. Hal itu penting mengingat musim penghujan belum usai.
 
‘’Yang sifatnya bisa dikerjakan, saya minta hari ini dikerjakan. Seperti perapian pohon itu hari ini harus selesai,’’ kata walikota. 
 
Warga memang mengeluhkan sebuah pohon trembesi di lingkungan sekitar yang sudah cukup besar. Rantingnya, dinilai membahayakan saat musim hujan dan angin seperti sekarang. Karenanya, sebelum masalah berlarut warga berharap adanya penanganan. Hal itu direspon walikota. 
 
Kegiatan Salat Subuh berjamaah memang selalu dilanjutkan dengan dialog. Kegiatan sudah berjalan sejak 2019 lalu. Walikota sengaja melaksanakan Salat Subuh berjamah dari satu masjid ke masjid lain. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada warga menyampaikan keinginannya. Khususnya dari warga sepuh dan tokoh agama yang tidak bisa datang saat pertemuan resmi di kelurahan. 
 
Kegiatan juga sarana menyampaikan program kerja. Salah satunya, terkait pembangunan ring road wilayah timur. Pemkot Madiun memang mendapat proyek APBN pembangunan ring road senilai Rp 600 juta. Ring road diperkirakan juga melewati wilayah Kelun. Walikota berharap masyarakat turut mendukung. Sebab, hadirnya ring road juga akan meramaikan wilayah yang dilewati. 
 
‘’Adanya ring road pasti melewati tanah warga. Kalau dilewati ya naik boleh dari harga umumnya. Tapi jangan tinggi-tinggi. Kalau urusan pembebasan tanah tidak segera klir, pembangunan juga akan semakin molor,’’ harap walikota. (ws hendro/agi/madiuntoday)