MADIUN – Guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap standar pelayanan di wilayah kerjanya, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Madiun menggelar sosialisasi terkait hal tersebut. Kegiatan itu berlangsung di Hall Bima Aston Hotel Madiun, Jumat (13/3).
 
Setidaknya, ada 20 pelayanan yang dilayani di Dinsos PP dan PA Kota Madiun. Mulai dari pelayanan pengaduan, penanganan warga kurang mampu, pelayanan veteran, hingga tindakan kebencanaan.
 
“Masing-masing ada SOP dan ketentuannya masing-masing. Tapi seluruhnya tidak dipungut biaya,” tutur Sekretaris Dinsos PP dan PA Kota Madiun Lestari Nurhandayani saat memberikan sambutan saat membuka kegiatan tersebut.
 
Mekanisme dan prosedur pengajuan layanan yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut masih berupa rancangan. Karenanya, Dinsos PP dan PA mengundang 80 perwakilan masyarakat, terdiri atas LPMK dan organisasi masyarakat mitra Dinsos PP dan PA, untuk menyempurnakan standar yang dibutuhkan oleh warga Kota Madiun.
 
Lestari mengatakan, dari diskusi dengan perwakilan masyarakat ini nantinya menghasilkan susunan petunjuk teknis standar pelayanan di Dinsos PP dan PA. Selanjutnya, akhir acara diselenggarakan penandatanganan nota kesepakatan terkait standar pelayanan di dinas tersebut.
 
Lestari pun berharap, kegiatan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap standar pelayanan di Dinsos PP dan PA. Mulai dari cara pengaduan, lama pelayanan, proses, hingga hasil akhirnya.
 
“Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang kebingungan, bahkan merasa dilempar-lempar ketika mengajukan sesuatu,” tandasnya. (Luki/irs/madiuntoday)