MADIUN- Pemerintah Kota Madiun terus menggodok rancangan kerja pemerintah daerah (RKPD) 2021. Seperti yang terlihat pada Selasa (10/3). Pemkot Madiun menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RKPD, setelah sebelumnya telah dilaksanakan serangkaian kegiatan partisipatif di tingkat RT hingga Kecamatan. 
 
Mengusung tema pengembangan potensi ekonomi daerah dan pariwisata yang di dukung SDM berkualitas dan infrastruktur yang berwawasan lingkungan. Dalam kesempatan itu Walikota Madiun Maidi menjabarkan enam skala prioritas pembangunan Kota Pendekar di tahun mendatang. 
 
Yakni, meningkatkan ketahanan ekonomi dan daya saing daerah untuk pertumbuhan berkualitas serta penurunan kemiskinan. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing. Pelestarian dan pengembangan budaya daerah untuk pengembangan pariwisata. 
 
“Peningkatan infrastruktur untuk menopang pengembangan ekonomi daerah. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana.  Peningkatan kualitas layanan publik serta peningkatan ketentraman dan ketertiban masyarakat,” jelasnya. 
 
Saat ini, lanjutnya, terdapat beberapa lini yang harus semakin dioptimalkan untuk menunjang kekurangan-kekurangan yang ada di Kota Pendekar. Walikota menyebut lini yang unggul seperti indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Madiun termasuk dalam kategori tinggi, yakni sebesar 80,88 persen di atas Jawa Timur sebesar 71,50 persen. Dan umur harapan hidup (UHH) yang mencapai 72,75. 
 
“Lini yang unggul harus semakin dioptimalkan, digerakkan bersama. Meskipun Kota Madiun kecil, tapi harus menguasai sektor ekonomi. OPD yang dulu hanya dibelakang kursi, sekarang digerakkan pola pikirnya untuk jalan cepat, garda terdepan untuk pembangunan,” ungkapnya. 
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, turut hadir Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur Budi Santoso yang datang sebagai perwakilan Bappeda Jawa Timur. Dalam sambutannya, pemprov mengapresiasi capaian yang telah diraih Pemkot Madiun dalam hal pembangunan manusia yang cukup baik dan telah melampaui provinsi. 
 
“Pemprov Jatim mengapresiasi capaian ini. Namun yang harus lebih difokuskan ada pada pemerataan pendidikan untuk meningkatkan IPM. Sedangkan untuk meningkatkan UHH, fokusnya ada pada pemerataan derajat kesehatan masyarakat untuk kelangsungan hidup, serta peningkatan gizi, dan pola hidup bersih,” ujarnya. 
 
Mengakhiri sambutannya, dirinya berharap Pemkot Madiun dapat menjalankan pembangunan dengan baik dan selaras dengan pembangunan baik di tingkat provinsi maupun nasional. 
(Luki/kus/diskominfo)