MADIUN – Transportasi menjadi salah satu masalah utama perkotaan. Tak terkecuali di Kota Madiun. Terobosan-terobosan baru dibutuhkan agar transportasi tetap lancar. Salah satunya, terkait pengalihan arus. Pemerintah setempat berencana merubah arus di sisi timur kota. Kendaraan dari arah terminal menuju ke selatan tidak lagi masuk Jalan Thamrin. Tetapi belok ke kiri ke Jalan Diponegoro di simpang lima Tugu Pendekar. 
 
‘’Tengah kota sudah terlalu padat. Kendaraan yang akan ke selatan lewat timur. Lewat (jalan) Tanjung Raya sana,’’ kata Walikota usai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Sektor Transportasi di I-Club, Senin (9/3).
 
Kendaraan bisa melewati Jalan Diponegoro, Slamet Riyadi, Setia Budi Timur, Tanjung Raya, Jalan PG Kanigoro, sampai Jalan Kapten Tendean untuk ke Ponorogo. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi kepadatan lalu lintas di Jalan Thamrin, MT Haryono, dan D.I. Panjaitan. Seperti diketahui, jalan-jalan tersebut cukup padat. Terlebih ketika musim libur. 
 
‘’Perkembangan kota, transportasi menjadi skala prioritas. Sedang, kota kita ini padat luar biasa. Karenanya butuh pengalihan,’’ jelasnya. 
 
Walikota menambahkan rencana pengalihan arus bukan tanpa alasan. Sebaliknya, sudah melalui berbagai kajian. Dia mencontohkan pemberlakuan satu arus di Jalan Pahlawan dulu. Keputusan itu dinilai tepat melihat kepadatan di jalan jantung kota itu sekarang. Kemacetan dan keruwetan tak terhindarkan jika Jalan Pahlawan tetap diberlakukan dua arah. 
 
Tak menutup kemungkinan hal itu juga akan terjadi di jalan lain. Apalagi, jumlah kendaraan terus bertambah. Sedang, ruas jalan relatif tetap. Kepadatan di sisi timur juga akan tersolusikan dengan hadirnya ring road timur nanti. Seperti diketahui, Pemkot Madiun mendapat proyek pemerintah pusat untuk pembangunan ring road di sisi timur. Nilainya, mencapai Rp 600 miliar. Proyek tersebut rencananya juga akan dimulai segera. 
 
‘’Lewat tengah kota harus pelan. Kalau ingin yang cepat silahkan lewat pinggir. Bisa ring road barat dan nanti juga ada ring road timur,’’ tegasnya. 
 
Musrenbang juga sarana sosialisasi sejumlah program. Di antaranya, angkutan wisata gratis, pemberlakukan e-tilang, pemantauan lalu lintas melalui CCTV, dan pembayaran uji kendaraan secara online. (ws hendro/agi/diskominfo)