MADIUN – Paham radikalisme bisa masuk kapan saja. Karenanya, perlu penanganan serius agar tidak menyebar ke masyarakat khususnya di Kota Madiun. Rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan hal tersebut tersaji, Kamis (5/3). Bertempat di Ruang 13 Balai Kota Madiun, rakor diikuti Forkopimda hingga pakar dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) wilayah Jawa Timur. 
 
Walikota Madiun Maidi menyebut Kota Madiun cukup kondusif sampai saat ini. Hal itu tak terlepas dari pola pikir masyarakat yang sudah maju dan modern. Masyarakat sudah cukup dewasa untuk memilih dan memilah akan pemahaman tertentu. Terutama paham radikalisme yang memang benar-benar dilarang di tanah air. 
 
‘’Masyarakat kita orangnya cerdas-cerdas. Bisa berfikir mana yang baik dan tidak. Artinya, tidak mudah dihasut. Apalagi, dengan paham-paham seperti itu,’’ kata walikota usai rakor. 
 
Namun, bukan berarti tanpa upaya. Pencegahan terus dilakukan. Pemerintah rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya paham radikalisme hingga materi pemupuk rasa nasionalisme. Mulai Pancasila, Bela Negara, hingga kebudayaan tanah air. Walikota menyebut pemberian materi tersebut akan semakin difokuskan ke depan. 
 
‘’Kalau yang tua-tua sudah cukup kondusif, maka nanti yang muda-muda akan kita beri pelatihan dan pengetahuan tentang bahaya radikalisme ini secara khusus selama dua hari. Harapannya, mereka bisa menjadi pembicara di lingkungan masing-masing,’’ imbuhnya. 
 
Hal tersebut dirasa penting karena anak muda lebih terbuka dengan hal-hal baru. Tak heran, paham-paham radikalisme juga mulai menyasar mereka yang muda. Hal itu dibenarkan pakar deradikalisasi BNPT wilayah Jawa Timur Soubar Isman. Mantan Ketua BNPT Jatim itu mengatakan anak muda sekarang mudah dipengaruhi. Khususnya dengan hal-hal baru. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan jika dibiarkan.
 
‘’Hasil survei kami, baik ditingkat nasional maupun provinsi, mulai adanya fenomena intoleran terhadap sesama dari anak muda kita. Ini tentu bisa menimbulkan kekacauan jika kemudian disusupi paham-paham radikalisme tadi,’’ ungkapnya.
 
Namun, Soubar menyebut Jawa Timur pada umumnya tergolong masih kondusif. Bahkan, berdasar hasil penelitiannya, Jawa Timur masuk dalam kategori waspada masuknya paham radikalisme. Kendati begitu, upaya pencegahan terus dilakukan. 
 
‘’Jawa Timur kategorinya baru waspada. Apalagi di Kota Madiun. Di sini cukup aman dan kondusif dari paham-paham seperti itu,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)