MADIUN – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Kali giliran pejabat eselon yang mendapat pelatihan kepemimpinan pengawas. Pelatihan angkatan pertama ini sengaja mendatangkan narasumber dari Balai Pengembangan SDM (BPSDM) Pemprov Jatim. 
 
Walikota Maidi berharap pelatihan bukan sekedar seremonial. Tetapi menjadi sarana peningkatan SDM yang maksimal. Artinya, setiap materi harus diikuti dengan serius. Apalagi, pelatihan terkait kepemimpinan. Tak heran, peserta sengaja disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. 
 
‘’Menua itu pasti. Karenanya, regenerasi penting untuk dipersiapkan. Ini materi penting. Harus dimaksimalkan,’’ kata walikota.
 
Walikota menambahkan pelatihan merupakan kesempatan langka. Mungkin, tidak akan terulang ke depan. Karenanya, walikota berharap adanya perubahan nyata usai mengikuti pelatihan. Ini penting sebagai modal pembangunan ke depan. Pembangunan tentu butuh pemikiran-pemikiran pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang membawa perubahan lebih baik. 
 
‘’Setiap waktu perubahan selalu terjadi. Harus terus diikuti dan jangan sampai ketinggalan. Kalau perlu kita yang menciptakan perubahan itu,’’ ujarnya sembari menyebut perubahan ada di ilmu pengetahuan.
 
Sekretaris BP SDM Pemprov Jatim Sucipto menyebut ada beberapa penyakit yang menjangkiti Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini. Di antaranya, melaksanakan tugas sekedar rutinitas, bekerja sendiri, mitos ketidakmungkinan, hinga zona nyaman. Keempat penyakit tersebut menjadikan ASN stagnan alias jalan ditempat. Padahal, pemerintah selalu menuntut sebaliknya. ASN harus dapat berkembang dan memberikan pelayanan yang terbaik.
 
‘’Orientasi pemimpin sekarang ini adalah kepemimpinan yang melayani. Ini harus dipegang terus. Jangan malah minta dilayani,’’ tegasnya. 
 
Terdapat sejumlah materi yang akan diberikan. Di antaranya, Pancasila dan Bela Negara hingga kepemimpinan manajerial. Pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan. (ws hendro/agi/diskominfo)