MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus berkomitmen menciptakan suasana yang bersih, rapi, dan nyaman di wilayahnya. Hal itu tak lepas dari upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar barang dagangannya di pinggir jalan.
 
Untuk itu, pemkot melalui Dinas Perdagangan menggelar pembinaan bagi PKL. Kegiatan tersebut berlangsung di The Sun Hotel Madiun, Rabu (29/1). Sebanyak 150 pedagang yang merupakan perwakilan 35 paguyuban PKL di Kota Madiun mengikuti kegiatan tersebut.
 
Dalam kesempatan itu, Walikota Madiun Maidi mengimbau agar para PKL dapat mengikuti perkembangan Kota Madiun. ‘’PKL menjadi wujud pertumbuhan ekonomi yang bagus. Kalau PKL bersih, orang akan intens datang,’’ tutur walikota saat diwawancarai setelah kegiatan.
 
Menurut walikota, barang dagangan yang menarik dan makanan yang bersih saja tidak cukup untuk meningkatkan minat pengunjung. Tapi juga perlu didukung dengan kebersihan. Terutama, di sekitar lapak. Dengan demikian, pengunjung akan semakin nyaman ketika membeli di PKL tersebut.
 
Pada kegiatan tersebut, walikota juga memaparkan sejumlah program dan proyek yang akan dilaksanakan pemkot untuk penataan PKL. Yakni, menyediakan sentra-sentra di beberapa titik. Di antaranya, Proliman hingga Perhutani, Perintis Kemerdekaan, Jalan Pahlawan, sentra kuliner Pasar Sleko, serta pembenahan PKL di Jalan Diponegoro dan beberapa taman di Kota Madiun.
 
Dalam waktu dekat, pemkot juga berencana mengajak para paguyuban PKL untuk melaksanakan studi banding di kota lainnya. Sehingga, diharapkan PKL Kota Madiun dapat mencontoh dan menerapkannya di lokasi berjualan mereka. ‘’Lokasinya masih kami survei. Kami cari yang paling mirip dengan Kota Madiun,’’ imbuhnya.
 
Walikota berharap, PKL dapat mendukung upaya pemkot dalam menciptakan suasana kota yang lebih baik. ‘’Kalau tidak bisa ditata, kami akan tindak tegas,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)