MADIUN- Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi dalam mendukung program E-Government, Pemkot Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis (SIKD) pada Kamis (5/9).

Bertempat di Gedung Diklat Kota Madiun, sebanyak 200 orang perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD), keluarahan, dan kepala sekolah SD-SMP yang ada di Kota Madiun diundang untuk mendapatkan pengarahan langsung dari perawakilan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Walikota Madiun saat membuka sosialisasi mengatakan bahwa dalam suatu daerah, kearsipan adalah hal yang harus diperhatikan. Dirinya menyebut arsip adalah dokumen valid yang datanya bisa digunakan sebagai patokan dalam menjalankan segala sesuatunya.

“Kearsipan penting sekali, dalam kegiatan ini saya sangat mengharapkan pentingnya pemahaman SIKD ini untuk menata arsip. Kalau semua sudah paham, kedepan akan sangat mempermudah generasi untuk mencari data-data,” jelasnya.

Kota ini kearsipannya harus ditegakkan, tegasnya. Apalagi Kota Madiun merupakan kota yang bersejarah. Maka dari itu melalui sosialisasi ini dirinya mengimbau agar seluruh komponen lembaga ataupun instansi terkait untuk dapat menjaga dan menata kearsipannya.

Untuk diketahui bersama, SIKD merupakan satu upaya percepatan dalam menciptakan tertib arsip dan demi terciptanya upaya penyelematan dan perlindungan arsip penting daerah. Meliputi penciptaan sampai tahap penyusutan arsip, sehingga dapar terbentuk basis data arsip dinamis yang tersimpan di semua OPD, kelurahan, hingga lembaga sekolah.
(dhevit/iko/kus/diskominfo)