MADIUN – Giat Kunjungan Kerja (Kunker) Walikota Maidi di Kelurahan Pangongangan berlanjut. Walikota bersama Wakil Walikota dan Kepala OPD berkunjung ke rumah warga, Sabtu (3/8) malam. Kegiatan bertajuk Anjang Warga ini sengaja menyasar rumah warga kurang mampu di kelurahan setempat. Sejumlah pejabat pemerintah tersebut sengaja berbagi tugas meninjau 45 rumah warga kurang beruntung. Tak cukup melihat dan memberikan bantuan, pejabat juga bermalam di rumah-rumah tersebut.

Walikota bersama istri kali pertama menyambangi rumah Sukini di Gang Trubus Jalan Ahmad Yani. Rumah nenek sebatang kara itu cukup memprihatinkan kendati sudah berdinding bata. Nyaris tidak ada perabot di dalamnya. Barang-barang rumah berserakan di sana-sini. Miris. Walikota sengaja meninjau ke setiap sudut rumah. Mulai kamar, dapur, hingga kamar mandinya.

“Yang terpenting standar kelayakan huni dulu kita cek. Apakah sudah tercukupi atau belum. Ternyata untuk airnya belum memadai. Nanti akan kami pasang PDAM,” kata walikota.

Warga yang bersangkutan tidak perlu khawatir. Pemerintah akan menanggung biaya tarif perbulannya. Begitu juga biaya tarif listriknya. Walikota menambahkan tim dari OPD terkait juga akan diterjunkan untuk membenahi sudut-sudut rumah yang perlu perbaikan. Tujuannya sederhana, standar layak huni terpenuhi.

Rombongan lantas meninjau rumah Gani yang tak jauh dari lokasi awal. Kegiatan yang dilakukan sama. Meninjau dan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Begitu juga dengan rumah Misinem dan Suyitno. Warga tampak senang mendapat kunjungan orang nomor satu di Kota Madiun tersebut.

“Pembangunan harus menyentuh masyarakat secara langsung. Percuma kita membangun infrastruktur yang Bagus kalau ternyata masih banyak masyarakat yang seperti ini. Hal-hal seperti ini tidak akan diketahui kalau hanya dibalik meja,” tegasnya.

Walikota menambahkan pejabat harus total dalam melayani masyarakat. Karenanya, walikota menginstruksikan pejabat untuk bermalam di rumah warga. Tidak hanya di rumah warga Kelurahan Pangongangan. Namun, juga ke rumah warga di kelurahan lain. Kegiatan anjang warga ini akan berlanjut ke kelurahan lain.

“Pejabat itu melayani. Bukan dilayani. Agar tahu kebutuhan warga, ya harus melihat dan mendengarkan langsung. Kegiatan ini akan terus berlanjut,” ujarnya sembari menyebut juga akan menggerakkan CSR perusahaan untuk membantu masyarakat. (ws hendro/agi/diskominfo)