MADIUN – Minggu (4/8), pedagang yang sebelumnya menempati area Car Free Day Jalan Pahlawan resmi berpindah lokasi di Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun. Untuk memperingati hal itu, Pemkot Madiun pun menggelar sejumlah acara untuk memeriahkan Sunday Market hari pertama ini.

Sebelumnya telah terselenggara lomba mural di sekitar lokasi tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan gelaran doa bersama, wayangan, hingga musik hiburan.

Melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut Sunday Market, Pemprov Jatim pun memberikan apresiasi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawanda melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Drajad Irawan.

“Kami menyambut inisiatif Pemkot Madiun hingga tercetus adanya Sunday Market ini,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Jumlah pelaku UKM di Kota Madiun merupakan yang terbanyak di wilayah Mataraman. Yakni, mencapai lebih dari 20 ribu pelaku usaha. Dengan adanya Sunday Market ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Khususnya, pelaku UKM di wilayah Madiun.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa pemprov turut mendukung program Smart City yang sedang dijalankan oleh Pemkot Madiun. Dengan keterlibatan digital, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga hal ini dapat semakin meningkatkan penataan kota, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta menambah jumlah pengunjung di Kota Madiun sebagai gerbang Jawa Timur bagian Barat,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Madiun Maidi mengatakan bahwa Sunday Market merupakan salah satu syarat sebuah kota metropolis yang ingin dituju oleh Kota Madiun. Saat ini, Sunday Market menampung sekitar 700 pedagang. “Masih ada 200 yang mengantri,” ungkapnya.

Ke depan, pemkot akan menambah fasilitas di Taman Lalu Lintas Bantaran. Di antaranya, wisata air dan taman yang indah dengan sejuta bunga. Sehingga, bisa menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat di Kota Madiun dan sekitarnya.

“Semoga Jatim bagian Barat dapat memberikan warna tersendiri bagi Provinsi Jatim,” tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)