MADIUN – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 RI di Kota Madiun mulai mengemuka. Doa Kebangsaan lintas agama digelar, Kamis (1/8) malam. Kegiatan sedikit berbeda kali ini. Pemerintah Kota Madiun sengaja menggelar Doa Kebangsaan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Selain terasa berbeda, kegiatan juga untuk mempromosikan taman yang baru saja dipoles ini.

Walikota Madiun Maidi menyebut Doa Kebangsaan sebagai wujud syukur nikmat kemerdekaan 74 tahun belakangan ini. Berbagai nikmat dirasakan masyarakat. Mulai keamanan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Ini tak mungkin dapat dinikmati secara optimal tanpa kemerdekaan.

“Sebagai generasi penerus yang tinggal mengisi kemerdekaan wajib untuk terus bersyukur dan mendoakan pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan,” kata walikota.

Pemanjatan doa dipimpin pemuka lintas agama. Mulai Agama Budha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu, Penghayat Kepercayaan, dan Islam. Pemuka agama secara bergantian memimpin doa demi nusa bangsa, khususnya Kota Madiun agar lebih baik lagi ke depannya. Selain itu, juga agar diberi kemudahan dalam mengisi kemerdekaan. Harapannya, agar dapat mengisi kemerdekaan secara baik sesuai dengan tujuan para pejuang dulu. Terutama bagi pemimpin agar selalu amanah dalam mengemban tugas.

Berbagai upaya mengisi kemerdekaan telah dan terus dilakukan di Kota Madiun. Pembangunan yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat salah satunya. Seperti pembangunan Taman Lalu Lintas Kali Bantaran Kota Madiun yang sudah memiliki beragam fungsi kini. Tidak hanya taman bermain, tapi juga taman wisata dan jual-beli. Sebab, taman akan digunakan sebagai lokasi Sunday Market mulai, Minggu (4/8) nanti. Taman sejuta bunga juga ditambahkan untuk mempercantik. Dinding tanggul juga tengah dibubuhi gambar mural. Taman sudah semakin indah dan menarik. Walikota membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin menggunakan taman sebagai tempat kegiatan.

“Silahkan ini digunakan. Kita buat kota kita ramai dengan kegiatan. Tatkala ramai, masyarakat datang, ekonomi pun berkembang,” ujarnya.

Walikota menambahkan mengisi kemerdekaan bisa melalui beragam cara. Turut menjaga fasilitas umum merupakan contoh kecilnya. Karenanya, walikota mengajak masyarakat untuk selalu menjaga fasilitas yang sudah terbangun baik selama ini. Bukan sebaliknya. Turut menjaga kondusifitas juga merupakan bagian mengisi kemerdekaan. Paling tidak, turut menebar kebaikan dengan tidak membuat berita bohong dan menyebarluaskannya. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi kemudahan informasi seperti sekarang ini.

“Kemerdekaan direbut agar negara semakin aman. Yang sudah aman seperti sekarang ini harus terus dijaga. Bukan malah dicederai dengan hal-hal negatif yang dapat memicu konflik,” pungkasnya. (ws hendro/agi/diakominfo)