Berlakunya Undang Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik seluruh elemen masyarakat harus mengetahui, mengenal, dan mengawal langsung pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik di masyarakat termasuk diantaranya generasi milenial. Generasi milineal merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada anak muda yang  lahir pada pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Sehingga melalui berlakunya UU KIP dapat menanamkan kesadaran pada generasi milenial untuk hak mengakses informasi publik. Pelaksanaan Kerterbukaan informasi publik yang konsisten bisa menumbuhkan budaya peduli terhadap hak untuk tahu (right to know) terhadap informasi publik pada generasi milenial.

          Keterbukaan informasi publik merupakan keharusan, semakin terbuka semakin baik, namun juga memberikan dampak yang negatif bagi masyarakat jika digunakan secara tidak bijak. Informasi publik harus diketahui masyarakat, oleh karenanya masyarakat mempunyai hak untuk tahu yang juga merupakan hak asasi manusia. Jika digunakan dengan baik akan berdampak positif pula, maupun sebaliknya. Dengan terus melakukan sosialisasi tentang informasi publik dan pentingnya untuk menggunakan hak untuk tau pada generasi milenial diharapkan mampu terselenggara proses pembangunan yang transparansi dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang yang ada.

          Sosialiasasi mengenai pentingnya keterbukaan pada setiap informasi publik berguna bagi masyarakat terutama bagi generasi milenial yang kritis akan isu-isu yang berkembang dimasyarakat, untuk berpartisipasi aktif mengawal dan berfungsi sebagai kontrol terhadap setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau badan publik lainnya.

          Berkembangnya teknologi saat ini, berpengaruh terhadap moderenisasi teknologi yang membuat masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat dengan berbagai media yang ada. Sesuai dengan pasal 28F UUD 1945 “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi  dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”. Yang bermakna setiap orang berhak untuk berbicara dan memperoleh informasi dari manapun dan mengembangkannya dalam masyarakat dengan menggunakan media yang telah tersedia dan tidak merugikan orang lain atau digunakan untuk mencari fakta maka hal tersebut diperbolehkan. Dengan begitu, generasi milenial akan memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk memperoleh informasi secara cepat dan tepat. (Agustin)