Madiun – Keterbukaan informasi menjadi pembuka jalan untuk memenuhi hasrat keingin tahuan masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat diuntungkan dengan mudahnya mengakses informasi secara murah dan cepat. Kebebasan yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Upaya ini sejalan dengan fungsi PPID Kota Madiun sebagai pengelola informasi dan dokumentasi yang menuntut adminnya untuk selalu aktif dalam pengelolaan informasi baik melalui website utamanya maupun media penyebarluasan informasi lainnya.

Untuk mendukung keterbukaan, PPID Kota Madiun jadwalkan monitoring dan evaluasi (monev) ke PPID Pembantu yang telah diagendakan rutin disetiap tahunnya yang mana tahun ini diawali dengan semester I.  Selain untuk memaksimalkan fungsi PPID Pembantu di setiap badan publik milik Pemkot Madiun, kegiatan hari ini, Rabu (20/3) juga bertujuan untuk melihat sejauh mana keaktifan admin PPID Pembantu dalam pengelolaan website yang telah disediakan.

Masukan pun disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Manguharjo selaku pejabat PPID Pembantu yang mana meminta agar diadakan pendampingan secara berkelanjutan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dari masing-masing admin.

“Karena terbatasnya SDM dan rata-rata memang petugas kami merangkap pekerjaanya, mungkin memang perlu adanya pendampingan khusus dan berkelanjutan untuk admin kami agar bisa lebih aktif dan bisa lebih menghidupkan website kami,” tutur Romadhon.

Sementara itu, tim monev PPID menghimpun semua masukan-masukan dari setiap PPID Pembantu sebagai bahan acuan kedepan dalam pencapaian keterbukaan informasi secara menyeluruh bukan hanya untuk PPID utama saja, namun bisa menular ke PPID pembantu. Selain Kecamatan Manguharjo, monev hari ini juga dilakukan di RSUD Kota Madiun, Dinas Kesehatan, Kelurahan Ngegong, Kelurahan Winongo, dan Kelurahan Sogaten.