MADIUN – Pengelolaan parkir dengan manajemen baru di Kota Madiun akan segera diberlakukan. Yakni, per 1 Februari mendatang. Dengan manajemen baru ini, diharapkan semakin meminimalisasi juru parkir (jukir) liar. Serta, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Madiun.

Tak hanya mengelola, manajemen baru yakni PT Bumi Jatimongal Permai juga memberikan tanda pengenal khusus terhadap jukirnya. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah membedakan antara jukir resmi dan jukir liar.

Lalu, apa saja tanda pengenal yang membedakan juru parkir resmi dan liar itu?

Project Manager Pengelolaan Parkir dari PT Bumi Jatimongal Permai, Wahyu Hendrawan, menjelaskan bahwa ada tiga komponen utama yang harus dibawa oleh jukirnya. Yang pertama adalah rompi parkir.

‘’Kami siapkan rompi dengan desain khusus. Warnanya oranye. Bagian depan ada logo Dinas Perhubungan Kota Madiun sebagai mitra kami. Sedangkan, di bagian belakang ada tulisan PT Bumi Jatimongal Permai selaku pengelola,’’ terang Wahyu.

Rompi ini harus digunakan selama jukir bertugas. Tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Pihak manajemen tidak akan mentoleransi adanya backing oknum. Para jukir resmi adalah mereka yang sudah terdaftar dalam manajemen PT Bumi Jatimongal Permai.

Kemudian, komponen utama berikutnya adalah ID Card. Setiap jukir resmi akan mendapatkan kartu kepesertaan yang bentuknya mirip SIM atau ATM. Kartu ini sebagai bukti bahwa mereka merupakan jukir resmi yang terdaftar.

‘’Selain jukir, koordinator juga akan mendapatkan ID Card. Saat ini, ID Card koordinator sudah jadi. Untuk jukir masih proses,’’ ungkapnya.

Jika masyarakat masih belum yakin, pihak manajemen juga menyediakan komponen ketiga. Yaitu, surat tugas. Surat ini resmi dikeluarkan oleh PT Bumi Jatimongal Permai kepada para jukirnya. Warga bisa meminta jukir untuk memperlihatkan surat tugasnya. ‘’Kami akan bagikan tanggal 28-30 Januari nanti,’’ imbuhnya.

Menurut Wahyu, saat ini ada sekitar 350 jukir yang telah tergabung dalam manajemen PT Bumi Jatimongal Permai. Pihak manajemen tetap menerima jika ada jukir baru yang ingin mendaftar. Asalkan, mereka mau mengikuti persyaratan dan menaati peraturan yang diberlakukan oleh pihak manajemen.

Sebagai gantinya, jukir akan mendapatkan asuransi keselamatan kerja dari pihak manajemen. Hal ini sebagai jaminan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama bertugas. ‘’Manajemen parkir baru akan diberlakukan per 1 Februari. Untuk awal-awal kami juga akan terus pantau di lapangan,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

sumber : https://madiuntoday.id