Madiun – Meski baru 1,5 tahun berdiri, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun telah membuktikan diri mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Sejumlah penghargaan pun diraih atascapaian kinerja itu, Maka tak heran jika beberapa daerah lainnya ngangsu kaweruh hingga ke kota ini.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Blitar, Jumat (28/12). Dalam kunjungan kerja kali ini, mereka ingin belajar lebih lanjut terkait pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kota Madiun.

Hal ini juga berkaitan dengan keberhasilan Kota Madiun meraih PPID Award Kategori A untuk kelompok kabupaten/kota tingkat Jawa Timur 11 Desember lalu. “Ya, tahun sebelumnya Kota Madiun meraih kategori B. Alhamdulillah tahun ini bisa meraih A yang artinya sangat terbuka dalam hal informasi publik, ” tutur Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri.

Dalam keempatan itu, Subakri menjabarkan program-program yang telah dirintis Pemkot Madiun, khususnya melalui Diskominfo, untuk menyediakan informasi kepada publik. Baik dari media cetak, radio, maupun elektronik.

Berbagai informasi, publikasi, dan dokumentasi yangada disekitar Kota Madiun dapat diakses secara mudah melalui website, tabloid, buku, radio hingga akun media sosial. Bahkan, masyarakat dapat berinteraksi melalui layanan chatting yang langsung tersedia sesaat setelah masuk pada website resmi Pemkot Madiun.

Dinas Kominfo menyediakan petugas khusus yang menjawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Keluhan juga langsung disampaikan ke OPD terkait untuk ditindak lanjuti. “Kami berupaya memberikan respon yang cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Tak hanya itu, Diskominfo juga membangun aplikasi bernama Madiun Karismatik yang dapat diunduh melalui Play Store Android. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dari Kota Madiun. Serta, menyampaikan aspirasi melalui kolom yang tersedia.

Menanggapi penjelasan tersebut, Kepala Diskominfotik Kota Blitar Moh Aminurcholis menyatakan bahwa dirinya mendapat referensi dan pengalaman yang cukup dari Kota Madiun. Hasil kunjungan kerja ini nantinya akan dibawa ke Kota Blitar untuk disesuaikan dan diterapkan. “Selama ini Kota Madiun sangat safe dalam informasi publik. Itu yang ingin kami pelajari,”ungkapnya.

Menurut Holis, Kota Madiun dan Blitar memiliki kesamaan. Terutama, dalam hal luas wilayah. Harapannya, kerjasama yang baik ini dapat menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. (Luky/irs)