MADIUN- Tinggal menghitung hari untuk sampai di penghujung tahun 2018. Telah banyak capaian-capaian gemilang Pemerintah Kota Madiun selama satu tahun ke belakang. Capaian tersebut dibeberkan langsung oleh Walikota Sugeng Rismiyanto dalam acara dialog interaktif yang dilakukan di SAKTI TV Madiun, pada Selasa (18/12).

Dalam satu tahun, Sugeng mengatakan Pemkot telah berupaya secara optimal dalam menjalankan roda pemerintahan. “Apapun yang kita lakukan tiap tahun merupakan satu penjabaran dari RPJMD. Ketika dulu dipilih dengan visi terwujudnya Kota Madiun lebih maju. Namun ketika dalam pelaksanaan itu menjadi tanggung jawab bersama,” terangnya.

Tahun 2018, kata dia, telah disepakati untuk prioritas dalam pengelolaan dan pembangunan. Sugeng menjelaskan beberapa kerjasama telah dilakukan dengan pihak luar untuk dapat mewujudkan program yang menjadi prioritas tersebut.

“Menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Akademi Perkereta Apian Indonesia (API) untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi Kota Madiun yang tidak mampu secara finansial untuk membayar kuliah. Ini merupakan salah satu cara untuk percepatan pembangunan kemiskinan,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menjabarkan bahwa saat ini Kota Madiun termasuk dalam salah satu kota di Jawa Timur yang berhasil meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) yang artinya, Kota Madiun telah berhasil meningkatkan dan menjamin kesehatan warganya melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Tak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2018 Kota Madiun juga mendapatkan prestasi yang gemilang dalam bidang pelayanan publik. Ini dibuktikan dengan raihan TOP 40 SINOVIK. “Jadi kita sudah dapat pengarahan dari presiden untuk senantiasa memberikan pelayanan yang cepat, murah, dan berkualitas. Ini yang menjadi tantangan, untuk terus mempertahankan dan juga harus meningkatkan prestasi kita,” tukasnya.

Sugeng berharap, bukan hanya di bidang inovasi pendidikan saja yang mendapatkan prestasi membanggakan. Lebih dari itu, dia menginginkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Madiun dapat terus berinovasi, berbenah diri untuk menjadi pelayan masyarakat yang cepat dan tanggap.

Dia juga berpesan agar jangan mudah puas dengan capaian yang telah diraih.

“Kesejahteraan tidak akan pernah berhenti karena kepuasan sesaat. Kemudian kita jangan saling menyalahkan, masyarakat punya hak untuk dilindungi dan diberikan pelayanan semaksimal mungkin. Semua harus saling bersinergi untuk pembangunan Kota Madiun,” tandasnya.
(lucky/kus/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik