MADIUN – Sejumlah hari besar nasional datang di akhir tahun. Setidaknya terdapat tiga hari besar dalam waktu dekat ini. Mulai Hari Ibu yang jatuh 22 Desember, Hari Bela Negara pada 19 Desember nanti, dan Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember lalu. Peringatan ketiga hari bersejarah itu sengaja dilakukan bersamaan di Pemkot Madiun, Senin (17/12). Kendati begitu, perayaan tetap khidmat dan syarat makna.

‘’Perjuangan kaum perempuan tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Perempuan hadir dalam sendi-sendi perjuangan. Dari dirinya lahir generasi-generasi penerus bangsa,’’ ungkap Walikota sebagai Inspektur upacara Peringatan ketiga hari besar itu di Halaman Balai Kota Madiun.

Bentuk apresiasi perjuangan perempuan ini terlibat dalam kongres perempuan pertama pada 1928 silam. Bertempat di Yogyakarta, semangat dan tekad bersama para pejuang perempuan mengukuhkan mendorong kemerdekaan Indonesia. Di era pembangunan, eksistensi seorang perempuan juga berpengengaruh diberbagai sektor pembangunan.

‘’Diberbagai demensi kehidupan, ibu mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan,’’ ungkapnya sembari memberi selamat kepada ibu dihari Ibu ke-90 tersebut.

Dengan mengusung tema ‘Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa’ diharapkan ibu-ibu di Kota Madiun sebagai insani yang turut berperan mewujudkan visi misi Kota Madiun.

Upacara juga sebagai peringatan Hari Bela Negara ke-70 dan Hari Nusantara. Walikota mengatakan Bela Negara di era pembangunan tidak dengan mengangkat senjata. Dengan bekerja keras dan menjaga kondusifitas. Paling tidak, di lingkungan masing-masing. Sebab, lingkungan merupakan integral dari suatu daerah hingga Madiun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‘’Dengan semangat kebersamaan, persatuan dan kerja keras, kita semua mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan mandiri,’’ jelasnya.

NKRI merupakan negara berbentuk kesatuan. Kendati NKRI terdapat lebih dari tujuh belas ribu pulau. Kedaulatan penuh terhadap perairan antar pulau juga sudah dideklarasikan kepada dunia internasional pada 13 Desember 1957.

‘’61 tahun yang lalu Ir. H. Djoeanda sebagai perdana menteri telah mengumumkan kedaulatan dari sabang sampai merauke kepada dunia,’’ tutur Walikota.

Dihari deklarasi Djoeanda, Pemerintah menetapkan sebagai Hari Nusantara. Meskipun Kota Madiun bukanlah daerah kepulauan. Namun, sebuah keharusan seluruh masyarakat Kota Madiun mendukung dan menjaga satu kesatuan yang utuh dari NKRI.

Dihari yang spesial ini, Walikota Madiun juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang Terhitung Mulai Tanggal 1 Januari sampai dengan 1 Maret 2019. Walikota berharap pengabdian PNS yang paripurna dapat menjadi contoh dan motivasi PNS lain di Pemkot Madiun.

‘’Lebih meningkatkan lagi kinerja dan terus jaga nama baik pribadi maupun instansi. Tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari prinsip hukum,’’ pungkasnya.

Usai upacara Walikota Madiun juga menyerahkan penghargaan Lomba Go Green and Clean serta Lomba Poskamling Tingkat Kota Madiun. Kelurahan/Kecamatan Taman menjadi yang terbaik Lomba Go Green and Clean. Sedang, juara I lomba Poskamling diraih Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo. (mamad/adit/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik