MADIUN – Lansia kudu sehat. Salah satunya, dengan rajin berolahraga. Namun, tidak perlu berlebih. Sebab, tenaga dan kondisi tubuh sudah kian menurun. Tak heran, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur menciptakan gerakan senam rekreasi.

Namanya juga rekreasi, gerakan senam cukup simpel hingga mudah dilakukan. Mulai gerakan ayunan tangan, gerakan kaki, hingga pinggul. Bahkan, gerakan senam lebih mirip berjoget. Ada tepuk tangan dan teriakan-teriakan pula. Tak heran, gelaran senam seru nan heboh. Para lansia ini tak terasa sudah bersenam dengan gerakan seperti itu.

“Lansia harus mendapat perhatian khusus. Mereka harus diajak tetap bergerak tapi tidak boleh berlebihan. Ini salah satu cara yang menurut saya tepat,” kata Penasehat Perwosi Kota Madiun Sri Ismah Sugeng Rismiyanto saat Sosialiasi Senam Rekreasi Perwosi Jawa Timur versi Perwosi Kota Madiun, di aula Kecamatan Taman, Sabtu (15/12).

Senam, lanjutnya, sengaja dikolaborasikan musik lokal. Gerakan senam rekreasi menggunakan iringan lagu Pecel Madiun dan Madongso. Ini diharap menambah semangat tersendiri. Benar saja, lansia semakin gayeng. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan senang. Senam rekreasi memang boleh dikreasikan dengan berbagai hal. Namun, gerakan sengaja tidak diubah. Sebab, gerakan tentu sudah disesuaikan dengan kemampuan lansia. Perwosi Kota Madiun hanya mengubah lagu pengiringnya. Ada tiga lagu yang digunakan. Selain Pecel Madiun dan Madumongso, terdapat lagu Tanjung Perak. Ini untuk mempertahankan unsur ke-Jawa Timurannya.

“Prinsipnya pemerintah ingin warganya tetap sehat. Khususnya, warga lansia. Semoga dengan olahraga semakin sehat dan mendongkrak angka harapan hidup,” ungkapnya. (nurdiono/agi/diskominfo)