Madiun – Memasuki era industri 4.0, kebutuhan akan informasi dituntut untuk mampu tersedia secara cepat, tepat sekaligus menarik. Menarik dalam hal ini adalah bagaimana informasi tersebut dapat menarik pembacanya sehingga tujuan informasi dapat tercapai. Salah satunya dengan menyajikan informasi secara visual dan selanjutnya disebut infografis dan motiongrafis. Mengapa visual? Ini tidak lain, salah satu metode penyampaian informasi dengan visual lebih mudah untuk diterima otak ketimbang informasi yang hanya berupa teks.

Sejalan dengan fungsi PPID sebagai pengelola dan penyampai informasi secara tidak langsung menuntut para adminnya untuk meningkatkan pengetahuan khususnya dalam pengelolaan informasi di website. Disini Dinas Kominfo Kota Madiun memfasilitasi memberikan pelatihan motion graphis kepada admin PPID Pembantu Kota Madiun juga merupakan bentuk optimalisasi TIK, yanv diselenggarakan 2 hari pada Rabu (21/11) dan Kamis (22/11) kemarin. “Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan admin PPID Pembantu Kota Madiun dengan harapan mampu memaksimalkan penggunaan website sebagai sarana penyebaran informasi positif kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri yang sekaligus membuka acara di Hotel Aston Kota Madiun.

Pelatihan ini, lanjutnya merupakan upaya pendorong keterbukaan informasi publik dimana adanya transparansi penyampaian informasi disetiap lembaga-lembaga publik di Pemerintah Kota Madiun. “Memberikan informasi yang lengkap dan lebih inovatif sebagai upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik,” ujar Eko Purnomo Kepala Seksi Pengembangan TIK Diskominfo Kota Madiun ditemui ditempat terpisah.

Kegiatan yang juga bekerjasama dengan relawan TIK se-Kota Madiun sebagai bentuk memacu pemanfaatan TIK. Dengan adanya tampilan infografis maupun motiongrafis mampu mengajak interaksi dengan pengunjung web. “Selain tampilan menarik pengunjung, informasi tersampaikan dan ada komunikasi antara masyarakat Kota Madiun dengan Pemerintah Kota Madiun,” ungkapnya disela-sela pelatihan TIK.

Selain itu banyaknya berita yang disinformasi, membuat relawan TIK terketuk untuk memerangi fenomena ini. “kami (relawan TIK) tergerak belajar bersama-sama bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak,” kata Anang salah satu relawan TIK yang menjadi narsum di pelatihan.

Penggunaan infografis maupu motion graphis diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pengisian website dimasing-masing OPD yang awalnya hanya sekedar tulisan bisa bertambah menarik dengan adanya unsur grafis didalamnya.