MADIUN – Permasalahan sampah masih menjadi momok tersendiri di wilayah perkotaan. Tak terkecuali di Kota Madiun. Sehingga, mengakibatkan dampak yang merugikan masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kamis (15/11). Menurutnya, permasalahan sampah masih belum teratasi sejak awal dirinya menjadi wakil walikota. ‘’Permasalahan sampah ini jangan dianggap kecil,’’ tegasnya.

Sugeng menjelaskan, sampah menyebabkan dampak permasalahan yang lainnya. Tak hanya membuat lingkungan menjadi kotor saja. Tetapi, juga berdampak pada masalah sosial dan menimbulkan berbagai penyakit.

Karena itu, Sugeng mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan permasalahan sampah ini. Yaitu, dengan membuang limbah pada tempatnya, menjaga kelestarian lingkungan, serta menerapkan prinsip 3R. Yakni, reduce, reuse, dan recycle.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, upaya mengurangi sampah juga harus diiringi dengan perencanaan pembangunan yang baik. Misalnya, saluran air yang ada di wilayah tersebut. ‘’Supaya ketika musim hujan datang, warga sudah siap. Tidak terjadi banjir,’’ tuturnya.

Untuk merencanakan pembangunan, Sugeng mengimbau agar masyarakat melakukannya dengan musyawarah mufakat. Sehingga, dapat menampung kepentingan bersama. ‘’Usulan tidak bisa diterima kalau bukan atas kesepakatan bersama. Juga, tidak bisa diusulkan secara dadakan. Maka dari itu, harus direncanakan dengan matang,’’ paparnya.

Sugeng pun menambahkan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan sangat dibutuhkan. Tujuan pembangunan, baik fisik maupun non fisik, muaranya adalah untuk rakyat. Karena itu, dibutuhkan usulan dari warga. Sehingga, dalam pembangunan tersebut bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Serta, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (WS Hendro/irs/rama/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik