MADIUN – Pembahasan Raperda APBD 2019 berlanjut. Rapat paripurna kembali digelar. Kali ini dengan agenda Pemandangan Umum (PU) Fraksi atas penyampaian nota keuangan walikota sebelumnya. Berbagai pertanyaan dari lima Fraksi DPRD Kota Madiun mengemuka. Namun, secara keseluruhan sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

‘’Ini merupakan tahun terakhir dari perjalanan panjang pemerintahan BaRis Jilid II. Lima Fraksi DPRD sudah menyampaikan apa yang sekiranya perlu dan penting agar APBD 2019 nanti optimal. Secara keseluruhan tidak ada masalah,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Istono usai Paripurna, Rabu (14/11).

Bahkan, Istono mengapresiasi langkah pemkot dalam segi pendapatan daerah. Pendapatan selalu melampaui target yang disepakati bersama. Salah satu contohnya, pendapatan asli daerah (PAD) yang nyaris tembus Rp 300 miliar tahun ini. Belum lagi adanya tambahan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 55 miliar. Ini merupakan rekor pencapaian DID sejauh ini. Tambahan dana ini tentu bakal membantu Pemkot dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan.

‘’Kalau segi pendapatan kami tidak ada masalah. Bahkan, saya optimis selalu melampaui target. Ini sudah terbukti dari beberapa tahun terakhir,’’ tegasnya.

Namun, bukan berarti tanpa catatan. Ini mengemuka dari penyampaian PU masing-masing fraksi. Fraksi Persatuan Nasional Rakyat Sejahtera (PNRS) misalnya. Fraksi ini berharap adanya penjelasan yang lebih rinci soal penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha. Sebab, belum dijelaskan secara rincu dana sebesar Rp 1 miliar yang akan diberikan itu bakal digunakan untuk pos apa saja. Selain itu, masalah peningkatan anggaran pada KONI untuk altet yang harusnya dibarengi dengan pembinaan agar maksimal serta optimalisasi UMKM.

‘’Pandangan Umum dari Fraksi penting dan perlu. Bukan untuk menghalangi langkah pemkot, tetapi sebaliknya, pandangan ini sebagai pertimbangan agar APBD bisa maksimal,’’ ungkapnya.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut Pandangan Umum fraksi diperlukan agar penyusunan APBD sesuai dengan apa yang diharapkan. Pihaknya menyebut pertanyaan, masukan, dan kritikan bakal menjadi pertimbangan. Terkait sejumlah pertanyaan yang mengemuka bakal dijawab pada agenda paripurna selanjutnya, Jumat mendatang.

‘’Pemerintah dalam hal ini Eksekutif tidak dapat berjalan sendiri. Harus menggandeng mitra-mitra kerja seperti legislatif dan lainnya. Masukan dan saran seperti ini penting bagi kami,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik