MADIUN – Dalam upaya menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang aman, damai, dan kondusif, netralitas seluruh pihak harus terjaga. Terutama, bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Karena itu, aturan-aturan yang menyangkut hal itu terus disosialisasikan. Agar potensi pelanggaran dapat diminimalisasi.

Hal inipun mendasari kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Tentang Netralitas ASN, TNI, dan Polri di Grand Bima Ballroom Aston Madiun Hotel and Conference Center, Selasa (13/11).

‘’Setiap saat selalu kami ingatkan ke masyarakat terutama ASN Pemkot. Setiap apel selalu saya singgung tentang netralitas,’’ ujar Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun itu.

Menurut Rusdiyanto, aturan terkait netralitas ASN sangat rigid. Karena itu, PNS maupun non-PNS di lingkungan Pemkot Madiun harus berhati-hati dalam bertindak. Terutama, dalam masa kampanye seperti saat ini.

Apalagi, perkembangan era saat ini membuat praktek kampanye semakin luas. Tak hanya melalui alat peraga kampanye berbentuk poster dan baliho atau kampanye dengan kegiatan tertentu, tapi juga melalui media sosial.

‘’Harus hati-hati. Like saja tidak boleh, apalagi sampai comment bahkan menyebarkan visi-misi calon yang bertarung dalam pemilu,’’ tegasnya.

Rusdiyanto menjelaskan, sanksi yang diberikan dapat berupa administratif, penundaan kenaikan gaji, hingga pemberhentian secara tidak hormat. Karena itu, Rusdiyanto benar-benar mengimbau agar ASN tidak mempertaruhkan posisinya saat ini untuk terlibat dalam kampanye apapun. ‘’ASN harus bisa jadi panutan di lingkungannya,’’ ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengungkapkan bahwa ASN boleh tidak netral. Yakni, saat berada di bilik suara. ‘’Boleh menggunakan hak suara untuk mendukung dalam Pemilu,’’ jelasnya. Keluar dari bilik suara berarti ASN harus netral lagi.

Pada penyelenggaraan Pemilu 2019, Kokok berharap dapat berjalan lancar. Baik dari penyelenggaranya, masyarakat, hingga TNI dan Polri. ‘’Mari menuju Pemilu 2019 yang bermartabat dan berintegritas,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/farid/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun