MADIUN – Temuan kasus HIV/AIDS di Kota Madiun cukup tinggi. Mencapai 1.500 temuan hingga kini. Namun, hanya 358 di antaranya yang ber-KTP Kota Madiun. Artinya, sebagian besar merupakan warga pendatang atau bukan warga tetap. Kendati begitu langkah antisipasi terus dilakukan. Berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu.

“Acara ini sebagai peringatan hari HIV. Harapannya, masyarakat semakin memahami apa itu HIV Aids dan tahu bagaimana mencegahnya,” kata Kasi P2M Dinkes dan KB Kota Madiun Tri Wahyuning Novitasari usai acara di Atrium Sun City, Minggu (11/11).

Acara sengaja digelar lebih awal. Peringatan hari HIV sejatinya jatuh pada 1 Desember mendatang. Acara sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh 12 November ini. Peringatan dikemas menarik. Sun City dipilih agar banyak orang melihat. Acara bukan hanya hiburan tapi juga sarat keilmuan. Seperti yang mengemuka saat talk show sebagai salah satu rangkaian peringatan. HIV/AIDS , kata dia, dapat menjangkiti siapa saja. Tak heran, langkah pencegahan perlu dilakukan setiap orang. Terutama mereka yang memiliki resiko tinggi.

“Masyarakat harus berani periksa. Soal hasil itu urusan nanti. Periksa dan pengobatan HIV gratis,” ujarnya.

Pesan ini penting lantaran banyak masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatan jika terkait HIV. Stigma negatif masyarakat akan orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) menjadi salah satu penyebabnya. Padahal penularan HIV tak semudah yang dibayangkan orang. Bahkan, penularan lebih sulit daripada virus TBC. Virus TBC dapat menular melalui udara. Sedang, HIV harus melalui kontak langsung. Itu pun, bukan kontak antar kulit manusia. Penularan HIV dapat melalui hubungan seksual, transfusi darah, pemakaian jarum suntik secara bergantian, tato, dan lain sebagainya.

Tak heran, pihaknya gencar mensosialisasikan hal ini. Materi terkait langkah pencegahan ini juga mengemuka saat talk show. Setidaknya, ada lima hal yang harus dilakukan sebagai langkah pencegahan. Yakni, tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, setia pada pasangan, memakai kondom jika terpaksa berhubungan badan dengan orang lain, katakan tidak pada narkoba, dan edukasi.

“Pemahaman terkait HIV/AIDS ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah dan memunculkan stigma negatif pada ODHA. Harapannya, agar mereka berani memeriksakan diri sebelum Aids terjadi,” ungkapnya sembari berharap masyarakat tak menjauhi penderita HIV.

Aids, lanjutnya, merupakan munculnya penyakit penyerta akibat virus HIV. Artinya, sistem imun manusia sudah rusak akibat virus. Pengobatan bakal lebih sulit jika sudah pada tingkatan AIDS . Sebaliknya, penemuan penyakit pada tingkatan HIV, sistem kekebalan penderita masih dimungkinkan baik dengan pengobatan teratur.

“Kalau berpotensi terjangkit virus ini, lakukan TOP. Yakni, Tes HIV, Obat, dan Pertahanan pengobatan. Virus HIV tidak hilang dengan minum obat. Tapi obat dapat menghambat pertumbuhan virus. Makanya, harus rutin dan teratur,” pungkasnya sembari menyebut acara juga mengemuka testimoni dari ODHA, baca puisi, dan pertunjukan seni dari Iwama. (ws hendro/agi/madiuntoday).

sumber : http://madiuntoday.id