MADIUN- Rasa haru berselimut rindu. Mungkin itulah yang sedang dirasakan Mojati. Janda dari pejuang veteran, Simin. Dulunya sang suami adalah tentara Angkatan Darat.

Setiap tanggal 10 November dia selalu mengenang perjuangan sang suami dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berkat jasa-jasa sang suami itulah Mojati dan dua orang janda veteran lainnya, Noer Chosidah dan Sadiyem, mendapatkan tali asih dari Pemkot Madiun, pada saat upacara memperingati Hari Pahlawan, Sabtu (10/11).

Diserahkan langsung oleh Walikota Sugeng Rismiyanto, tali asih yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 2.500.000. Mereka juga menerima sebuah bingkisan.

Mojati merasa senang pihak Pemkot masih mempedulikan nasibnya. Kedepan dirinya berharap agar diadakan acara khusus sebagai ajang silaturahmi. “Sekaligus ajang bertemu dan bercerita langsung kepada anak-anak muda Kota Madiun,” tuturnya saat ditemui setelah upacara. Tujuannya, tak lain agar anak-anak muda sekarang bisa menjadikan teladan pejuang-pejuang yang telah gugur.

Ditemui secara terpisah, Akbar Fatahillah siswa SMAN 4 Kota Madiun, yang pada saat upacara bertugas sebagai pengibar bendera mengucapkan terima kasih atas pengorbanan dari pendahulunya.

“Berkat cucuran darah pahlawan kami bisa merasakan kemerdekaan,” tegasnya. Dia berharap dapat meneruskan estafet perjuangan pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Yakni, dengan belajar giat dan berkarya. Sehingga, kelak Indonesia akan lebih maju, ditangan pemuda. (WS Hendro/kus/rama/madiuntoday)

sumber : http://madiuntoday.id