MADIUN – Cerita inovasi Dongeng Pagi Hari (Dopari) mengukir prestasi di tanah air berlanjut. Setelah masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik terbaik tingkat nasional beberapa waktu lalu, inovasi bidang pendidikan karya SDN 02 Mojorejo Kota Madiun ini berhasil menembus Top 40. Dilansir dari siaran pers Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Senin (22/10), Dopari dipastikan satu di antara inovasi yang masuk Top 40 tersebut. Capaian ini cukup luar biasa mengingat terdapat 2.824 inovasi yang masuk tahun ini.

‘’Kita telah menetapkan 40 terbaik untuk Inovasi Pelayanan Publik 2018. Saya mengapresiasi instansi pemerintah yang lolos sampai tahap ini,’’ jelas Menteri PANRB Syafruddin seperti dikutip dari laman mepan.go.id, Senin (22/10).

Keputusan itu mengemuka berdasar Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 636/2018. Top 40 Inovasi Pelayanan Publik ini, lanjutnya, merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding (terpuji) hasil seleksi Top 99. Penilaian kompetisi dilakukan secara independen oleh Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen yang merupakan para akademisi, praktisi, dan pakar pelayanan publik yang kompeten dan memiliki reputasi baik.

Penilaian tim independen ke SDN Mojorejo 02 Madiun dilakukan 20 Agustus silam. Tim terdiri dari Linda Darmajanti (akademisi UI), Rachmat (Kasubbid Sinkronisasi Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB), dan Suryopratomo (praktisi Metro TV). Tim cukup terpukau dengan inovasi Dopari. Tak heran, jika kemudian berhasil masuk Top 40.

‘’Rencananya akan diserahkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik merupakan wujud program One Agency, One Innovation yang mewajibkan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk menciptakan minimal satu inovasi setiap tahunnya. Proses kompetisi ini dilakukan secara online melalui aplikasi berbasis web Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK). Sebanyak 2.824 inovasi pelayanan publik di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun ini. Dua di antaranya dari Kota Madiun. Yakni, Dopari dari SDN 02 Mojorejo dan aplikasi Go Home dari SDN 05 Madiun Lor. Dopari masuk Top 99 September lalu.

helly Sari, salah seorang guru SDN 02 Mojorejo tak menyangka Dopari bisa melaju sejauh ini. Itu wajar mengingat banyaknya inovasi yang masuk. Mencapai ribuan. Masuk Top 99 September lalu sudah sesuatu yang membanggakan. Ini seperti impian yang benar-benar terwujud. Bukan hanya soal penghargaan dan DID yang bakal didapat. Dopari berkesempatan mewakili Indonesia dalam inovasi internasional jika terpilih nanti.

‘’Informasinya dari 40 ini akan dipilih satu inovasi untuk mewakili Indonesia di kompetisi inovasi tingkat internasional,’’ ungkapnya.

Ide Dopari, kata dia, berawal dari permasalahan yang mengemuka di sekolah. Salah satunya, tingkat kenakalan peserta didik di kelas. Dhelly menyebut ada beberapa siswa yang kerap usil. Seringkali berulah hingga membuat miris di hati. Selain itu, tingkat kedisiplinan dan minat baca siswa juga berkurang. Itu dibuktikan dari masih adanya siswa yang terlambat. Perpustakaan juga jarang dikunjungi. Artinya, minat baca siswa kurang.

‘’Dari itu, kami mencoba menanamkan karakter baik dengan cara lain. Dongeng kami nilai tepat untuk itu. Dopari juga untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap dongeng,’’ jelasnya.

Dopari bukan sekedar menyampaikan cerita. Namun, terkandung banyak pesan dibaliknya. Mulai kejujuran, tolong menolong, dermawan, rendah hati, dan sifat-sifat budi pekerti lain. Dongeng sengaja dipilih lantaran adanya unsur kedekatan antara peserta didik dengan pendidik.

‘’Ketika berdongeng bukan hanya menyampaikan cerita. Tetapi terdapat komunikasi yang lebih mendalam dari guru kepada murid dan sebaliknya. Kedekatan terjalin karena pesan tersampaikan dari hati,’’ pungkasnya sembari menyebut peserta didik diminta kembali menuliskan cerita yang didengar usai Dopari. (istimewa/agi/madiuntoday).

sumber : http//madiuntoday.id/