Dua gempa besar yang terjadi di Indonesia terakhir ini (Gempa di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Palu Donggala, Sulawesi Tengah) secara tidak langsung menumbuhkan kecemasan pada masyarakat. Kecemasan masyarakat ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan rumor hoax yang semakin menambah keresahan, dimana salah satunya disinyalir akan ada gempa besar lagi di wilayah Indonesia lainnya.

Menanggapi hoax yang beredar, setidaknya juga dipandang perlu untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana khususnya gempa bumi. Ini juga tidak lain karena wilayah Indonesia yang berada diantara dua lempeng yakni lempeng eurasia dan lempeng australia. Selain itu Indonesia juga berada pada wilayah yang disebut cincin api pasifik dimana ada 127 gunung api yang aktif.

Rawanya wilayah Indonesia terhadap bencana dipandang perlu untuk dilakukan mitigasi bencana atau dengan kata lain serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana salah satunya sikap masyarakat dalam menyikapi Gempa Bumi baik itu sebelum, saat maupun setelah gempa terjadi. Berikut beberapa tindakan yang diperlukan

 

SEBELUM GEMPA

  1. Memeriksa potensi bahaya di rumah
  • Pastikan beda berat maupun besar di laci atau rak bawah
  • Tempat tidur, sofa maupun tempat duduk lain pastikan bebas dari benda berat seperti foto atau cermin yang digantung.
  • Perbaiki kabel listrik yang rusak, dan sambungan gas yang bocor dimana berpotensi menimbulkan kebakaran.
  • Perbaiki retak besar di langit – langit atau pondasi
  • Perkuat dudukan lampu di langit – langit.

 

  1. Mengidentifikasi tempat aman di dalam dan di luar bangunan
  • Di bawah perabot yang kuat seperti meja besar
  • Di samping dinding bagian dalam rumah
  • Menjauhlah dari bahan berkaca
  • Di tempat terbuka, jauhi bangunan, pepohonan, kabel telpon dan listrik serta layang – layang.

 

  1. Mendidik diri sendiri dan anggota keluarga

  • Ajari anak kapan harus menghubungi polisi atau pemadam kebakaran maupun mendengar stasiun radio untuk memantau informasi darurat.
  • Ajak seluruh anggota keluarga mengetahui cara mematikan gas, listrik dan air.
  • Hubungi sekolah tempat anak – anak untuk memastikan mereka memiiki persiapan agar anak – anak tetap selamat saat gempa.

 

 

  1. Menyiapkan perbekalan darurat.

 

Apa saja yang sebaiknya dipersiapkan??? berikut diantaranya

  • Lampu senter dan baterai cadangan
  • Charger HP dan powerbank
  • Radio kecil berdaya baterai dan baterai cadangan
  • P3K
  • Makanan dan minuman darurat
  • Pembuka kaleng non elektrik
  • Obat – obatan ringan
  • Kartu kredit dan tunai
  • Sepatu yang kuat
  • Memasukkan perbekalan darurat kedalam tas yang mudah di bawah seperti ransel dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau di jalur keluar rumah

 

 

 

 

  1. Menyiapkan rencana komunikasi darurat

Jika anggota keluarga tercerai berai setelah gempa maka meminta bantuan anggota keluarga di kota lain untuk bertindak sebagai pengubung. Pastikan seluruh anggota kelurga mengetahui nama alamat dan nomor telpon penghubung.

 

SAAT TERJADI GEMPA

  1. Umum
  • Sangat dianjurkan tidak berdiri, berjalan atau berlari pada saat gempa melanda dimanapun berada.
  • Jangan menelpon kecuali sangat terpaksa untuk menghemat daya baterai dan pulsa
  • Selalu ingat bahwa gempa susulan mungkin terjadi. Berlindung di tempat yang aman. Lindungi kepada dan wajah. Jongkok atau duduk bersiap menghadapi gempa susulan.
  • Jika di tengah kerumunan, jangan panik dan berlindunglah di tempat aman dari desakan banyak orang.
  • Jika berada di pantai, jauhilah pantai dan jika memungkinkan menuju dataran yang lebih tinggi beberapa ratus meter dari pantai.

 

  1. Jika berada dalam bangunan
  • TIARAP ke lantai, BERLINDUNG dibawah meja yang kuat dan DIAM hingga getaran berhenti

  • JANGAN GUNAKAN LIFT
  • Gunakan pintu hanya jika dalam posisi yang dekat dan pintu berkerangka kuat
  • Berdiam diri di dalam bangunan hingga gempa berhenti dan cukup selamat untuk ke luar
  • Waspada kemungkinan lampu padam, aktivasi isyarat dan sistem pemadam kebakaran.
  1. Rumah
  • Jika saat gempa berada di tempat tidur, tetaplah di tempat tidur. Lindungi kepala dengan bantal dan hindari dari bawah lampu dan benda – benda gantung lain.
    • Jika di lantai dua, buang benda lunak, misal bantal, kasur maupun guling, kebawah dan melompatlah keatasnya.
    • Saat keluar gunakan bantal guling atau lainnya untuk lindungi kepala dan kemungkinan benda jatuh.
    • Jika memasak pastikan mematikan kompor sebelum berlindung
    • Segera setelah goncangan berhenti matikan listrik dan gas serta bersiap dengan gempa susulan
  1. Di kamar mandi
    • Bersiap berlindung di sudut ruangan, lindungi wajah dan kepala dengan handuk pakaian atau lengan.
    • Palingkan wajah dari kaca jendela atau cermin
  2. Di tempat belanja
    • Pelajari dan hapalkan letak tangga, pintu darurat dan eskalator
    • Berlindung di samping kolom besar, jangan dekat rak dan lemari
    • Dengarkan pengumuman dan ikuti petunjuk petugas keamanan
    • Jika goncangan berhenti, jatuhkan barang belanjaan, keluarlah dengan melindungi kepala
  3. Di hotel
    • Baca dan pelajari petunjuk keselamatan dalam keadaan darurat serta jalur menuju pintu atau tangga darurat.
    • Letakkan sepatu pakaian dan telpon genggam di tempat yang mudah dijangkau
    • Bawa radio kecil, lampu senter atau hp
    • Jangan menuju balkon
    • Jika berada di koridor, hindari jendela kaca dan jangan berpegangan pada rangka pintu karena daun pintunya mungkin terbanting dan mengenai anda. Jongkok dan lindung wajah dan kepala
    • Kenali tempat teraman di dalam kamar maupun di luar kamar.
  4. Di sekolah 
    • Berlindung di bawah meja dan berpegangan kuat 
    • Palingkan wajah dari kaca jendela maupun cermin
    • Ikuti perintah guru dan pengelola sekolah
  5. Di ruang pesta maupun tempat ibadah
    • Berlindung di bawah meja dan berpegangan kuat. Lindungi wajah dan kepala
    • Jangan panik segera berlindung
    • Hindari di bawah lampu atau benda bergantung , kaca, jendela dan pintu
    • Panglingkan wajah dari kaca dan cermin.
  6. Jika berada di luar bangunan
    • Tetap berada di luar bangunan
    • Jauhi gedung, jembatan layang, tiang lampu penerangan, kawat telpon dan listrik, papan reklame, pohon tinggi dan lainnya yang mudah tumbang
    • Jauhi jendela, kaca dan kanopi atau tempat berteduh yang terbuat dari bahan berat
    • Setelah berada di tempat terbuka, berdiamlah hingga goncangan berhenti.
  7. Jika berada di kendaraan yang berjalan
    • Berhenti sesegera mungkin. Hindari berhenti di dekat atau di bawah pohon besar, gedung, jembatan layang, kawat listrik, papan reklame dan lainnya yang mudah tumbang.
    • Jalankan kendaraan dengan berhati – hati setelah gempa berhenti.
  8. Jika terperangkap di reruntuhan bangunan
    • Tetap tenang, tidak panik dan berteriak – teriak
    • Ketuk pipa atau dinding agar didengar regu penyelamat. Gunakan peluit jika tersedia. Berteriak hanya sebagai upaya terakhir.
    • Jangan menyalakan pemantik api karena ditakutkan ada kebocoran gas
    • Jangan mengibas-ibaskan sesuatu yang menerbarkan debu
    • Tutupi hidung dan mulut dengan saputangan atau pakaian.

 

 

SETELAH GEMPA

Apa yang dilakukan setelah gempa terjadi, berikut hal – hal yang perlu dilakukan:

  1. Waspadai adanya gempa susulan.
  2. Gunakan radio berdaya baterai
  3. Gunakan telepon hanya untuk keperluan darurat
  4. Hindari kawasan yang rusak karena gempa
  5. Waspada kemungkinan tsunami
  6. Bantu orang yang terluka dan terperangkap
  7. Bersihkan segera tumpahan obat, bahan kimia, bahan bakar minyak dan cairan yang mudah terbakar
  8. Periksa konstruksi rumah/ bangunan.
  9. Periksa utilitas (gas, listrik dan PAM).

 

Dengan bijak menyikapi gempa baik sebelum, saat maupun setelah gempa, diharapkan mampu mengurangi jumlah korban yang timbul akibat gempa.

Kesadaran dan sikap masyarakat yang tepat secara tidak langsung berimplikasi pada penanganan musibah setelah gempa terjadi.

 

Disadur dari :

www.fema.gov/hazard/earthquake/ dan sumber lainnya