Saat ini, dunia tengah dihebohkan dengan semakin berkembangnya era digital. Munculnya fase Internet of Thing (IoT) yang merambah berbagai macam platform kehidupan semakin memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan berbagai aktivitas, tak terkecuali juga membangun hubungan atau koneksi sosial dengan manusia lainnya.

Keberadaan platform tersebut secara tidak langsung menciptakan realitas baru yakni apa yang disebut dengan realitas digital. Pada realitas digital, seperti halnya dengan realitas di kehidupan nyata, setiap manusia akan membangun maupun menunjukkan citra dirinya yang berbeda dengan yang lainnya.

Lalu bagaimana membangun pencitraan diri atau yang lebih dikenal dengan nama “Personal Branding” di era digital ini? Platform apa yang sesuai dan dapat dimanfaatkan dalam membangun personal branding tersebut?

Citra diri merupakan salah satu unsur paling penting dalam menunjukkan siapa diri kita, selain itu citra diri juga sebuah konsep diri dari individu. Posisi citra diri berada di tengah di antara bagaimana kita memandang diri kita dan bagaimana orang lain memandang kita sebagai individu.

Dengan citra diri seseorang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dirinya, kredibilitasnya, mampu membangun koneksi , memperluas jaringan, mampu menarik khalayak yang menjadi targetnya, serta sebagai pembeda jati diri dengan yang lainnya. Sehingga jika ingin membangun personal branding dibutuhkan ketekunan dan konsistensi dalam menampilkan citra dirinya dalam realitas digital.

Dalam membangun citra diri juga harus disesuaikan dengan kemampuan/ keahlian bahkan kepribadian dari diri kita, hal ini agar citra diri yang terbentuk sesuai dengan nilai – nilai pribadi yang ada di diri kita masing – masing.

sumber gambar dari internet

Konsistensi personal branding dilakukan dengan konsisten menampilkan maupun publikasi citra diri sehingga visibilitas diri melalui platform media digital menjadi lebih tinggi.

Berikut strategi membangun personal branding melalui media digital:

  1. Mulai dengan menceritakan kisah anda (siapa dan apa yang ingin dicapai)

Tanpa adanya sebuah cerita maka tidak ada yang akan lebih mengenal diri anda seutuhnya, bahkan pencitraan diri yang dibangun akan runtuh seketika. Cerita juga merupakan salah satu cara untuk membangun koneksi dengan target market (TM), sesuai dengan rencana awal membangun personal branding anda.

sumber gambar dari internet

  1. Bangun profil anda

Dalam membangun profil gunakan platform media digital baik itu website maupun media sosial (facebook, instagram, twitter dan lainnya). Namun perlu diingat dalam memilih media juga harus melihat kontennya, misalnya video dapat memilih media you tube. Dengan memilih platform yang pas dengan pribadi maka akan lebih mudah juga mengatur strategi lainnya yang diperlukan dalam membangun personal branding.

  1. Membangun koneksi

Koneksi adalah elemen penting dalam membangun personal branding. Berkenalan dengan orang dari berbagai event yang memiliki ketertarikan yang sama dengan tujuan yang ingin dicapai melalui personal branding. Ciptakan koneksi dan hubungan yang baik. Jangkau outreach atau TM dari koneksi anda yang tentunya sesuai dengan TM anda dikarenakan memiliki ketertarikan yang sama. Manfaatkan media sosial secara maksimal, dan jalin komunikasi aktif dengan pengunjung blog anda.

  1. Terus belajar dari Ahlinya

Dengan belajar dari ahllinya tentunya akan mengetahui teknik mana yang perlu ditingkatkan dalam personal branding dan teknik apa yang perlu diperbaiki atau bahkan dihilangkan.

Membangun personal branding di era digital juga untuk menunjukkan eksistensi kita di dunia digital sekaligus pengembangan diri yang tentunya meningkatkan nilai kita untuk diri dan orang lain.

sumber gambar dari internet