MADIUN – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun ini terasa manis buat Kota Madiun. Bagaimana tidak, kota pecel mendapat tiga penghargaan sekaligus saat puncak peringatan di Alun-alun Rekso Gati Kabupaten Madiun, Jumat (13/7/2018). Mulai pelaksana terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga, terbaik pertama Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi di RSUD Kota Madiun, dan penghargaan Orang Tua Hebat yang diraih pasangan keluarga dari Kota Madiun.

Puncak peringatan Harganas ke-25 tersebut memang bukan sekedar seremonial. Namun, juga diisi dengan sejumlah penghargaan. Sejumlah daerah di Jawa Timur mendapat penghargaan dengan berbagai kategori. Kota Madiun mendapat tiga di antaranya. Penyerahan piagam dilakukan bergantian. Mulai Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Nina Soekarwo, hingga Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun Sri Ismah Sugeng Rismiyanto menyebut penghargaan didapat bukan sekedar upaya pemerintah. Namun, juga peran serta masyarakat. Kesadaran masyarakat Kota Madiun akan kesehatan cukup baik. Buktinya tanpa banyak dikomando, masyarakat Kota Madiun sudah langsung bergerak.

Mulai dari yang sederhana seperti menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban saat buang air besar, kesadaran memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur hingga melakukan aktivitas fisik. Bahkan, masyarakat juga sudah menerapkan PHBS yang vital seperti persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, memberi ASI ekslusif, menimbang bayi dan balita hingga tidak merokok di dalam rumah.

Sri Ismah tunjuk bukti masyarakat Kelurahan Manguharjo Kota Madiun yang cukup aktif dalam menerapkan PHBS. Masyarakat sengaja tidak menyediakan asbak di dalam rumah. Selain itu, masyarakat juga sudah melibatkan anak-anak dalam menerapkan PHBS. Anak-anak langsung menegur masyarakat yang kedapatan merokok di dalam rumah. Masyarakat juga rutin melaksanakan minggu bersih untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk.

‘’Kalau terkait penggunaan jamban, di Kota Madiun memang sudah tinggi. Nyaris sudah tidak ada yang BAB sembarangan. Ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang rutin melaksanakan jambanisasi. Yakni bantuan pembangunan dan rehab jamban setiap tahunnya,’’ terangnya.

Terkait penghargaan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi di RSUD Kota Madiun, Sri Ismah menyebut pemkot terus melakukan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya. Terutama pelayanan kesehatan. Terbukti RSUD dan Dinkes Kota Madiun menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan kategori pelayanan baik. Pemkot selalu mendukung dan mendorong. Mulai melalui kebijakan hingga anggaran.

‘’Dengan pelayanan baik, kesadaran masyarakat juga akan meningkat. Termasuk dalam bidang keluarga berencana (KB). Capaian di Kota Madiun akan KB cukup tinggi. Mencapai 70 persen lebih dari total pasangan usia subur (PUS),’’ ujarnya.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengajak masyarakat semakin menjaga keutuhan dalam keluarga. Sebab, keutuhan dalam keluarga perlu dan penting. Keluarga yang utuh merupakan keluarga yang harmonis. Peran keluarga lebih optimal dengan kondisi ini. Mulai fungsi perlindungan, pendidikan, hingga fungsi perekonomian. Walikota tak dapat membayangkan jika banyak keluarga yang tak harmonis. Bakal berdampak pada keutuhan negara. Sebab, berbagai hal negatif bermula dari keluarga yang tidak harmonis.

‘’Harganas merupakan momentum untuk semakin meningkatkan keharmonisa dalam keluarga. Saling menumbuhkan kasih sayang agar delapan fungsi keluarga dapat dicapai. Ini penting untuk menuju generasi emas ke depan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun