MADIUN – Radar Madiun menapaki usia ke-19 tahun ini. Angka 19 dapat dibilang masih cukup muda jika digunakan sebagai penghitung usia. Namun, sudah cukup panjang untuk perjalanan sebuah perusahaan. Eksistensi ini patut mendapat apresiasi.

‘’Menjaga eksistensi ini pastinya tidak mudah. Melewati banyak liku-liku ibarat sebuah perjalanan. Ini patut diapresiasi,’’ kata Wakil Walikota Madiun Armaya saat gala dinner HUT ke-19 Radar Madiun, Kamis (12/7/2018).

Yayak –sapaannya- menyebut Radar Madiun cukup membanggakan dalam berkarya di usia ke-19 ini. Tetap mengedepakan kritikan sebagai kontrol pemerintah. Namun, juga fleksibel. Artinya, juga mengedepakan fungsi pendidikan dan hiburan. Berita yang disajikan sudah cukup berimbang. Media, kata dia, harus mengedepankan itu. Media ibarat angin. Menghembuskan aroma harum jika melewati wewangian. Begitu juga sebaliknya.

‘’Walaupun terkadang suka mengkritik, tetapi sekarang lebih fleksibel. Pemberitaan sekarang balance. Saya doakan Radar Madiun semakin oke dari tahun ke tahun,’’ imbuhnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Radar Madiun Sadmiko Supraptono menyebut koran boleh disebut bisnis jadul. Sudah ada sejak ratusan tahun. Namun, timnya ogah berpinsip jadul. Artinya, bisnis koran tetap dikemas modern mengikuti zaman. Itu seperti yang terpampang pada headline Radar Madiun edisi 12 Juli ini.

‘’Di pundak kalianlah (tim Radar Madiun) visi dan misi Radar Madiun ke depan berada. Pastinya bakal lebih baik daripada generasi yang jadul. Walau begitu, jangan pernah melupakan sejarah,’’ paparnya.

Konsep acara HUT ke-19 Radar Madiun cukup unik. Mengusung konsep kampung piala dunia 2018. Ini cukup memberi warna kemeriahan ulang tahun Radar Madiun. Jajaran Forkopimda Kota Madiun juga tampak hadir mengenaikan jersey sesuai idola.

Tak ketinggalan beberapa penampilan tarian, kompetisi fashion show dan para tim Madiun Putra Footbal Club (MPFC) yang ikut memeriahkan.

Beberapa ucapan selamat dan sukses untuk Radar Madiun mengemuka dalam sambutan Danlanud Iswahyudi, Marsma TNI Samsul Rizal mewaliki TNI-POLRI.

Di puncak acara, Direktur Radar Madiun Aris Sudanang bersama Wakil Walikota Madiun Armaya dan jajaran forkompimda serta perwakilan Kepala Daerah se-karisidenan Madiun melakukan tiup lilin dan potong kue sebagai simbol kejayaan dan kekuatan relasi. (nurdiono/tia/diskominfo)