MADIUN – Final debat publik Cawali dan Cawawali Kota Madiun berlangsung seru, Kamis (21/6/2018) malam. Ketiga paslon saling berebut perhatian masyarakat melalui visi dan misi masing-masing. Bukan hanya menarik perhatian para pendukung, gelaran debat juga menarik forpimda dan wakil rakyat yang hadir di asrama haji, lokasi debat. Walikota Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Armaya, dan forpimda lain tampak menikmati. 
 
Walikota dan rombongan mengikuti gelaran debat hingga usai. Apalagi, skema debat tersaji berbeda. Ketua KPUD Kota Madiun Sasongko menyebut debat pamungkas ini mengusung tiga tema. Yakni, pelayanan dasar, kesejahteraan sosial, serta isu-isu kota. Ketiga paslon tidak hanya menyampaikan visi dan misi terkait tema tersebut. Namun, juga terdapat pendalaman visi misi pada segmen kedua. Menariknya, pendalaman visi misi ini dilakukan oleh tiga orang panelis dari akademisi. Masing-masing paslon menerima pertanyaan ketiga panelis. Tentu pertanyaan sesuai tema debat. 
 
“Sengaja kami tambahkan segmen-segmen tertentu agar berbeda dan menarik. Harapannya, debat terakhir ini optimal,” kata Sasongko. 
 
Selain itu, terdapat tiga segmen lain yang tak kalah menarik. Mulai menjawab pertanyaan dari masyarakat, saling tanya jawab antar paslon, hingga memberikan pernyataan penutup. Sasongko berharap masing-masing visi misi paslon tersampaikan secara maksimal dan optimal dengan lima segmen yang disiapkan. Sebaliknya, masyarakat dapat memahami agar dapat memiliki gambaran yang jelas dan gamblang akan sosok calon pemimpin yang akan dipilih. 
 
“Masyarakat harus tahu dan memahami calon pemimpinnya, melalui debat ini diharap masyarakat memiliki gambaran dan dapat memilih berdasar hati nurani bukan berdasar hal lain,” pungkasnya. 
 
Gelaran final debat ini ditayangkan secara live di funpage facebook Pemerintah Kota Madiun. Tayangan dapat disaksikan kapanpun lantaran sudah tersimpan dan terunggah dalam funpage. (Ws hendro/lucky/agi/diskominfo)