MADIUN – Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok biasa terjadi saat Ramadan dan menjelang perayaan lebaran. Ini dapat menggerus daya beli masyarakat. Pemerintah wajib hadir membantu masyarakat. Pemerintah Kota Madiun ogah menutup mata. Pemkot menggelontorkan 1.500 bantuan bahan pokok bagi masyarakat. Tujuannya, menekan inflasi akibat meningkatnya permintaan yang tidak sebanding dengan stok barang.

Bantuan bahan pokok itu terbagi untuk tiga kecamatan. Masing-masing kecamatan mendapat 500 bantuan. Penyaluran bertahap sejak, Sabtu (25/5) lalu. Terakhir, pemkot memberikan bantuan kepada masyarakat Kecamatan Manguharjo, Rabu (30/5). Pemberian bantuan dikemas apik melalui acara buka bersama.

‘’Harapannya ini bisa mengurangi dan membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Namun, saya juga berharap masyarakat penerima tahun ini tidak kembali menerima tahun depan karena sudah dikategorikan sebagai keluarga mampu,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto.

Walikota menambahkan Ramadan merupakan sarana peningkatan iman dan takwa. Merupakan momentum yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Walikota berharap seluruh umat muslim khususnya warga Kota Madiun dapat menjalankan ibadah dengan tuntas. Harapannya, dapat diampuni segala kesalahan dan kembali fitrah.

Kesempatan bertatap muka dengan masyarakat tersebut dimanfaatkan walikota untuk menyampaikan informasi terkait program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL). Ini penting lantaran masih banyak bidang tanah masyarakat yang belum tersertifikatkan. Walikota berharap masyarakat segera melengkapi persyaratan.

‘’Eman-eman karena program ini gratis. Jadi mohon dapat dimanfaat terutama 800 pendaftar yang belum melengkapi,’’ pesannya sembari menyebut program hanya sampai akhir tahun ini.

Walikota meminta kepada lurah untuk mengumpulkan warga yang belum melengkapi berkas sertifikat. Ini penting mengingat program masih berjalan. Apalagi, pihak BPN wilayah Madiun menjanjikan proses kepengurusan bakal lebih cepat. Sertifikat dijanjikan terbit dalam waktu satu bulan bagi yang sudah mendaftar tetapi terganjal kelengkapan persyaratan. Sedang, pemohon baru dijanjikan dapat terbit dalam waktu empat bulan.

‘’Ini cukup membantu karena waktu normal penerbitan sertifikat bisa sampai delapan bulan. Makanya ini dimanfaatkan,’’ ungkapnya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Madiun Hidayat mengatakan pemkot juga menggelar buka puasa bersama dengan anak yatim piatu dan alim ulama. Pemkot juga memberikan bantuan untuk masjid sebesar Rp 15 juta dan musala sebesar Rp 10 juta.
‘’Bantuan yang diberikan hari ini berupa beras dan minyak. Kami berharap yang menerima bantuan sudah lebih sejahtera tahun depan. Tidak menjadi penerima bantuan karena sudah mampu. Kalau setiap tahun menerima berarti tidak ada peningkatan,’’ tandasnya. (luki,lelly/diskominfo)

#KotaKarismatikMadiun
#MadiunKarismatik